"Immigratoir" Asal Afghanistan Mogok Makan, 2 Orang Bakar Diri

Kompas.com - 11/02/2019, 13:31 WIB
Dua imigratoir asal Afghanistan saat ditemui wartawan di ruang tahanan, di Rudenim Manado, Senin (11/2/2019). KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYDua imigratoir asal Afghanistan saat ditemui wartawan di ruang tahanan, di Rudenim Manado, Senin (11/2/2019).

MANADO, KOMPAS.com - Immigratoir alias pelanggar keimigrasian asal Afghanistan di rumah detensi imigrasi (Rudenim) Manado, Sulawesi Utara, melakukan aksi mogok makan. Bahkan ada dua orang nekat bakar diri sendiri.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes karena Badan PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) menutup kasus mereka dan surat International Organization for Migration (IOM) tentang diputusnya pemberian kebutuhan dan fasilitas bantuan kepada mereka. Surat itu keluar per tanggal 31 Januari 2019.

Immigratoir asal Afghanistan di Rudenim Manado saat ini berjumlah 12 orang. Mereka melakukan aksi mogok makan pada Jumat (1/2/2019).

Akibatnya, dua orang masuk Rumah Sakit (RS) Advent Manado, yakni perempuan bernama Agnileh Doune (47) dan Amireh Mostafa (46). Hingga saat ini keduanya masih dirawat di RS.

Sedangkan aksi bakar diri dilakukan pada Kamis (7/2/2019). Mereka adalah Sajjad (24) dan Mohammad Rahim (59).

Baca juga: Hampir Setahun, Ada 47 Kasus Pelanggaran Pengungsi di Rudenim Makassar

Terkait hal ini, Kepala Rudenim Manado Arthur Mawikere menjelaskan, saat ini 12 warga asal Afghanistan sudah di bawah penaganan Rudenim Manado.

"Hal ini berdasarkan surat per tanggal 31 Januari 2019. Dalam surat itu UNHCR telah menutup kasus mereka, dan surat IOM tetang diputusnya pemberian kebutuhan dan fasilitas bantuan kepada mereka," ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Rudenim Manado, Senin (11/2/2019).

Lanjut dia, pascasurat ini keluar, maka mulailah mereka demo mogok makan.

"Itu dilakukan mulai tanggal 1 Februari 2019. Dua orang sakit dan sudah kami tanggani. Mereka dibawa ke RS Advent. Sedangkan dua orang yang melakukan aksi bakar diri, ada di RSUP Kandou. Menurut dokter, yang paling parah bernama Sajjad. Luka bakar 80 persen. Sedangkan, Mohammad Rahim hanya luka bakar di kaki," kata dia.

Menurut Arthur, pihaknya selalu memberikan makanan kepada mereka.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X