Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/02/2019, 07:32 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pamekasan mengaku kecewa terhadap perusahaan percetakan surat suara untuk Pemilu 2019, karena surat suara dikirim malam hari tanpa pengawalan aparat keamanan.

Selain itu, pemberitahuan pengiriman surat suara pun sangat mendadak.

Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, surat suara tiba di Pamekasan pada Kamis (7/2/2019) malam pukul 22.10 WIB.

Ada dua truk kontainer yang mengangkut surat suara. Kedatangan dua truk itu baru dikabarkan oleh Ketua KPU Pamekasan Moh Hamzah saat truk sudah mau masuk kota Pamekasan.

"Saya terkejut tiba-tiba ada kiriman surat suara malam hari. Setelah tiba di kota Pamekasan, ternyata tidak ada pengawalan dari aparat. Saya anggap kok seperti bukan barang penting tanpa ada pengawalan," ujar Abdullah Saidi, Jumat (8/2/2019).

Saidi menambahkan, surat jalan yang ditunjukkan kepadanya berasal dari PT Temprina Media Grafika Surabaya. Dalam surat tersebut ditulis, surat suara sebanyak 720.752 eksemplar untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan 720.752 eksemplar untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur. Tota surat suara yang dikirim sebanyak 1.441.504 eksemplar.

Baca juga: Temprina Optimistis Selesaikan Pencetakan Surat Suara Sesuai Target

Saidi akan melakukan klarifikasi kepada KPU Pamekasan terkait teknis pengiriman surat suara selanjutnya. Hal ini untuk mengantisipasi adanya persoalan yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. Apalagi, surat suara adalah salah satu logistik pemilu yang vital.

Selain itu, Bawaslu juga akan meminta penjelasan KPU Pamekasan terkait kekurangan surat suara, baik untuk pilpres, DPRD Kabupaten Pamekasan, DPR RI maupun surat suara cadangan.

Jadwal berubah-ubah

Ketua KPU Pamekasan Mohammad Hamzah saat dikonfirmasi mengatakan, jadwal pengiriman surat suara dari perusahaan percetakan di Surabaya berubah-ubah. Pertama hari Selasa kemudian ditunda lagi Rabu pagi. Baru tiba di Pamekasan Kamis malam dan pihak percetakan memberitahu saat sudah sampai di perbatasan Pamekasan.

"Kami juga heran karena mendadak dan berubah-ubah jadwal pengirimannya," terang Hamzah.

Baca juga: Pantau Produksi Surat Suara, KPU Wajibkan Perusahaan Lapor Setiap Hari

Terkait dengan pengiriman tanpa pengawalan aparat keamanan, hal itu bukan kewenangan KPU Pamekasan, tetapi pihak percetakan. Pihak percetakan hanya menyediakan pengawalan dari internal perusahaannya.

"Kalau aparat keamanan memang tidak ada. Yang ada hanya petugas keamanan perusahaan yang ikut ke Pamekasan," kata Hamzah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.