Polisi Tetapkan Sopir Bus Kramat Djati sebagai Tersangka Kecelakaan yang Menewaskan 2 Penumpang

Kompas.com - 07/02/2019, 21:00 WIB
Petugas SAR gabungan tengah mengevakuasi korban meninggal akibat kecelakaan bis yang terguling masuk ke tebing setinggi lima meter. Foto BasarnasPetugas SAR gabungan tengah mengevakuasi korban meninggal akibat kecelakaan bis yang terguling masuk ke tebing setinggi lima meter.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi menetapkan sopir bus Kramat Djati berinisial A sebagai tersangka dalam kecelakaan tunggal bus yang dikendarainya di Jalan Raya Bypass Cicalengka, Kabupaten Bandung, Rabu (6/2/2019) subuh kemarin.

"Iya, hari ini sopir bus kita tetapkan jadi tersangka," kata Direktur Lalulintas Polda Jabar, Kombes Mohamad Aris, melalui pesan singkatnya, Kamis (7/2/2019).

Penetapan tersangka ini dilakukan lantaran polisi menilai bahwa kecelakaan tersebut diakibatkan kelalaian pengemudi yang kurang konsentrasi saat mengendarai bus. "Karena kelalaiannya menyebabkan laka (kecelakaan)," kata Aris.

Baca juga: Kecelakaan Bus Jatuh ke Tebing, Polisi Bakal Panggil PO Kramat Djati

Sopir bus tersebut dijerat dengan Pasal 310 Ayat (2), (3), dan (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) jo Pasal 312 UU LLAJ.

Sebelumnya, sopir bus Kramat Djati ini sempat melarikan diri setelah kecelakaan terjadi. Dengan kondisi luka ringan, sopir bus tersebut langsung meninggalkan lokasi kecelakaan.

Polisi yang mengetahui hal itu langsung mencari A dan berhasil menemukannya kemarin siang di wilayah Kota Cimahi.

"Sopir ini luka ringan, enggak tahu bagaimana bisa ke Cimahi, mungkin dia naik kendaraan lain sampai ke Cimahi, karena pada saat kejadian (kecelakaan) itu kan jam 4 subuh," tutur Aris. 

Bus sendiri berangkat Selasa (5/2/2019) pukul 20.30 WIB dari Wonogiri. Dalam perjalanan, bus sempat berhenti di wilayah Tasikmalaya, Rabu (6/2/2019) dini hari, pukul 01.30 WIB.

Bus bernomor polisi D 7591 AF ini kemudian kembali melanjutkan perjalanannya, bergerak dari arah timur Nagreg menuju Bandung.

Baca juga: 6 Fakta Kecelakaan Avanza di Sungai Brantas, 3 Korban Terjebak di Mobil hingga Marinir Bantu Evakuasi

Namun, di tengah perjalanan tepatnya di Jalan Raya Bypass Cicalengka, Kabupaten Bandung, sopir bus yang kelelahan diduga tidak konsentrasi sehingga laju kendaraan oleng dan menabrak pohon.

Bus kemudian jatuh terguling ke tebing setinggi 5 meter, sampai akhirnya berhenti di jalan di bawahnya dengan posisi terbalik.

Akibat kecelakaan ini, dua orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan belasan lainnya luka-luka.

"Dua orang meninggal, korban terjepit badan bus," kata Aris.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Regional
Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Regional
Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Regional
Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Regional
Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Regional
Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Regional
Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Regional
Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Regional
Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Regional
Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Regional
68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

Regional
Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Regional
Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Regional
ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

Regional
Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X