Targetkan Menang 70 Persen, PKS Klaim Jabar Masih Kandang Prabowo-Sandi

Kompas.com - 07/02/2019, 18:54 WIB
Calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018).

BANDUNG, KOMPAS.comKetua Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW)  PKS Jawa Barat (Jabar)Haru Suandharu mengatakan, Jabar masih menjadi lumbung suara untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno

Haru mengatakan, klaim tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan di internal koalisi pendukung Prabowo-Sandi di Jabar. 

Survei internal kita di awal baseline jaraknya dengan Pak Jokowi baru satu persen, sekarang sudah 10 persen untuk Pak Prabowo. Kalau sebelah bilang Jawa Barat ini kandang 01, enggak juga, Jawa Barat masih kandang Pak Prabowo karena kita punya data dan (selisihnya) harus ditingkatkan lagi,” ujar Haru saat ditemui di sela-sela kegiatan Monitoring dan Konsolidasi Caleg PKS di Hotel Grand Papandayan, Jalan Peta, Kota Bandung, Jabar, Kamis (7/2/2019).

Baca juga: Serang Prabowo-Sandi, Jokowi Dinilai Keluar dari Originalitasnya

Haru mengatakan, dengan mesin politik yang tersebar di Jabar, pihaknya menargetkan 70 persen suara untuk kemenangan Pasangan Prabowo-Sandiaga di Jawa Barat.

Target itu, kata Haru tidak terlalu sulit untuk dicapai jika merujuk dari hasil raihan Prabowo yang berdampingan dengan Hatta Rajasa saat Pemilihan Presiden 2014.

“Harapannya di Pilpres 2019 Prabowo-Sandi bisa lebih dari peraihan ketika Pilpres 2014. Kita menaruh target 70 persen,” ucap Haru. 

Baca juga: Saat Prabowo Jawab Sindiran Jokowi soal Pesimisme dan Ekonomi Makro...

Di tempat yang sama, Ketua Umum DPW PKS Jabar Ahmad Syaikhu mengatakan, perolehan 28 persen dalam Pilkada Jawa Barat 2018 tidak akan terlalu berpengaruh untuk pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Pengaruhnya ada, tapi di Pilpres ini masyarakat punya ekspektasi dan kebanyakan ingin adanya perubahan. Kita mendasarkan pada baseline di 2014 dan diperkuat dengan kemenangan Asyik di Jawa Barat,” ujar Syaikhu.



Close Ads X