Kompas.com - 06/02/2019, 22:59 WIB


MEDAN, KOMPAS.com — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara dan TNI Angkatan Laut mengubur tujuh ribuan ekor belangkas atau kepiting tapalkuda yang gagal diselundupkan ke Thailand.

Selain barang bukti bangkai hewan yang dilindungi tersebut, Lantamal I Belawan juga menahan tiga terduga pelaku.

Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawasan BBKSDA Sumut Amenson Girsang yang dikonfirmasi wartawan lewat telepon selulernya mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan.

Baca juga: Kisah Nelayan di Bantul yang Jadi Tersangka setelah Tangkap Kepiting

Para pelaku akan disangkakan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, dan SK Menhut Nomor 12/Kpts/II/1987.

"Barang bukti dan pelaku kami amankan di perairan Aceh Tamiang. Hasil penyelidikan belangkas mau diselundupkan ke Thailand. Belangkas dimusnahkan dengan cara dikubur," kata Amenson, Rabu (6/2/2019).

"Perburuan satwa ini meningkat karena harganya tinggi. Inilah alasan para pelaku memperdagangkannya," sambung dia.

Amenson mengungkapkan, kasus ini terbongkar bermula saat KRI Patimura-371 Satkor Koarmada I melakukan patroli pada Selasa (29/1/2019) lalu.

Petugas mencurigai keberadaan KM Lumba-Lumba dengan nomor lambung GT 20 no 221/QQD yang sedang berada di perairan Aceh Tamiang. Ketika dilakukan pemeriksaan, ditemukan ribuan belangkas mati tanpa dokumen.

Di tempat berbeda, pada Oktober 2018 lalu, 16 fiber berisi 1.600 belangkas siap kirim berhasil digagalkan Polres Asahan.

Baca juga: Susi Imbau Warga Papua Budidaya Kepiting Bakau dengan Pertahankan Induknya

Pengungkapan ini berdasarkan informasi dari pegawai karantina Pelabuhan Teluknibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Belangkas adalah hewan laut purba yang saat ini keberadaannya terancam punah. Selain kepiting tapalkuda (horseshoe crab), satwa unik ini juga dikenal dengan nama ketam ladam, atau di jawa mimi untuk yang jantan dan mintuna untuk betina.

Sampai saat ini, masih banyak yang tidak mengetahui belangkas adalah salah satu jenis hewan yang dilindungi dan dilarang diperdagangkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.