Transaksi Narkoba di Depan Warkop, Pelaku Tempelkan Sabu pada Stiker Caleg

Kompas.com - 20/01/2019, 12:18 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

PALOPO, KOMPAS.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Palopo mengungkap penyalahgunaan dan peredaran narkoba jenis sabu yang dilakukan oleh EH (36).

Pelaku ditangkap di depan warung kopi pojok Jalan Merdeka Kota Palopo yang diduga tengah melakukan transaksi sabu.

Kasat Reserse Narkoba polres Palopo AKP Zainuddin mngatakan, penangkapan terhadap pelaku atas informasi warga bahwa terjadi peredaran narkoba di depan warkop tersebut, sehingga tim Satresnarkoba melakukan penyelidikan. Pada saat tiba depan warkop, tim melihat pelaku sedang berdiri dan diduga melakukan kegiatan transaksi narkotika.

“Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan di temukan 1 saset sabu yang ditempel dalam stiker caleg provinsi yang disimpan di sadel job motor miliknya. Kemudian dilakukan interogasi bahwa sabu tersebut adalah miliknya yang diperoleh dengan cara dibeli seharga Rp 250.000 dari seorang perempuan berinisial ML,” katanya, Sabtu (19/01/2019).

Zainuddin mengatakan, berkat informasi dari EH, tim kemudian melakukan pengembangan ke rumah ML. Namun yang bersangkutan sudah tidak ada di rumahnya. Kemudian tim bersama dengan RT setempat menggeledah rumah ML dan menemukan 1 buah dompet kecil warna merah biru di bawah kasur yang berisikan 2 saset sabu dan uang tunai Rp 33.000,” tambahnya.

Baca juga: Darah Positif Narkoba, Kapolres Empat Lawang Diduga Sudah Lama Jadi Pecandu

Menurutnya, untuk menghilangkan jejak dan memuluskan aksinya, pelaku melakukan modus dengan cara menempelkan sabu pada stiker calon legislatif.

“Dalam modusnya pelaku menempelkan narkotika jenis sabu pada stiker calon legislatif Provinsi Sulawesi Selatan untuk menghilangkan jejak,” ujarnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti milik EH, antara lain 1 saset sabu, 1 lembar stiker caleg, 1 unit motor dan 1 unit telepon seluler. Sementara barang bukti milik MD yang disita berupa 2 saset sabu dan sebuah dompet berisi uang tunai Rp 33.000.

Atas perbuatannya, EH kini menjalani serangkaian proses hukum di Mapolres Palopo. Sementara MD tengah dalam pengejaran polisi.

Baca juga: Polisi: Peredaran Narkoba Berubah, dari Sistem Ranjau ke Sistem Sub-pengedar

Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 112 ayat satu Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Pelaku terancam kurungan penjara paling sedikit empat tahun dan paling lama 12 tahun,” tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

Regional
Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Regional
Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Regional
Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Regional
Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Regional
Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Regional
Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Regional
Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Regional
Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Regional
Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Regional
Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Regional
Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Regional
Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Regional
Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Regional
Pembangunan Jalan Bua-Rantepoa Telan Biaya Rp 200 Miliar

Pembangunan Jalan Bua-Rantepoa Telan Biaya Rp 200 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X