Terdampak Gangguan Layanan PDAM, 25.000 Pelanggan Krisis Air

Kompas.com - 18/01/2019, 17:14 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau pipa saluran air PDAM Kota Malang pada Kamis (17/1/2019)KOMPAS.com/ANDI HARTIK Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau pipa saluran air PDAM Kota Malang pada Kamis (17/1/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Layanan penyaluran air Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Kota Malang terganggu. Akibatnya, sejumlah warga di Kota Malang mengalami krisis air bersih.

Gangguan penyaluran air bersih tersebut terjadi sejak beberapa waktu terakhir. Total, jumlah terdampak mencapai sekitar 25.000 pelanggan dari 161.000 pelanggan.

Untuk Jumat (18/1/2018), gangguan pelayanan air bersih terjadi di 24 daerah terdampak.

Diantaranya, di Jalan Ki Ageng Gribig, Jalan KH Malik, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan K Parseh, Perum Green Living, Bumi Ayu Arjowinangon dan Jalan Segaran. Selain itu juga ada Perum City Side, Sawojajar Ruko, Madyopuro dan Jalan Danau Rawa Pening.

Warga yang berdiam di daerah tersebut diminta untuk mengantisipasi dengan menampung air terlebih dahulu.

Sedangkan gangguan layanan air bersih itu akibat sistem penyediaan air minum wilayah pelayanan tandon buring bawah sedang low level atau suplai air tidak maksimal.

Baca juga: Revitalisasi Pipa PDAM Tirta Asasta, Pasokan Air Bersih di Sejumlah Perumahan di Depok Terhenti

Plt Dirut PDAM Kota Malang, Anita Sari mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya perbaikan supaya layanan air ke sejumlah pelanggan tetap maksimal. Salah satunya adalah dengan melakukan spey atau pembuangan angin di dalam pipa melalui jalur transmisi.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan flushing atau membuang kotoran yang berada di dalam pipa serta membersihkan stainer atau penyaring air di jaringan pipa transmisi tandon simpar menuju tandon buring atas.

Anita mengaku mendapati banyak sampah di saringan tersebut yang memicu hambatan laju air. Sampah itu diduga merupakan bekas perkakas saat proyek itu berlangsung.

"Sampah ini terindikasi sampah kayu bekas proyek. Ini sudah dijustifikasi bersama - sama bahwa ini bukan sampah pengunjung tapi sampah proyek," katanya di Kantor PDAM Kota Malang, Kota Malang, Jumat (18/1/2019).

Anita memprediksi gangguan layanan masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari kedepan karena masih ada sampah yang tersisa.

"Terdeteksi anomali lagi. Karena kotoran - kotoran ini masih ada sisa," katanya.

Untuk menanggulangi krisis air oleh pelanggan yang terdampak, PDAM Kota Malang menyediakan bantuan air melalui mobil tangki.



Close Ads X