5 Fakta Kasus Lagu "Jogja Istimewa" Kill The DJ Jadi Yel-Yel Prabowo-Sandi, Tak Ada Motif Politik hingga Terbuka Mediasi

Kompas.com - 17/01/2019, 17:00 WIB
Pencipta lagu Jogja Istimewa Moh. Marjuki saat berada di Mapolda DIY untuk membuat laporan terkait lirik lagu yang di ubah dan digunakan untuk mendukung Paslon Capres dan Cawapres nomor urut 2 KOMPAS.com / Wijaya KusumaPencipta lagu Jogja Istimewa Moh. Marjuki saat berada di Mapolda DIY untuk membuat laporan terkait lirik lagu yang di ubah dan digunakan untuk mendukung Paslon Capres dan Cawapres nomor urut 2

KOMPAS.com - Moh Marjuki alias Kill the DJ menegaskan, dirinya tak memiliki motif politik atau ekonomi saat membuat laporan ke polisi terkait lagu " Jogja Istimewa" yang diduga diubah oleh pendukung Prabowo-Sandi

Hal senada diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Hilarius Ngaji Merro. Laporan itu dilakukan karena lagu "Jogja Istimewa" sudah terdaftar di Hak Cipta, kata Hilarius.

Sementara itu, Moh Marjuki telah membuka pintu ruang mediasi bagi terlapor untuk bertemu dan menyelesaiakan masalah yel-yel "Jogja Istimewa" secara kekeluargaan.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Tidak ada motif politik dan ekonomi

Ilustrasi uang receh dan uang koin rupiahSHUTTERSTOCK Ilustrasi uang receh dan uang koin rupiah

Kuasa Hukum Moh Marjuki, Hilarius Ngaji Merro, menegaskan, tidak ada motif politik maupun ekonomi yang melatarbelakangi kliennya membuat laporan ke polisi.

Pelaporan ke polisi dilakukan murni karena lagu karya Moh Marjuki alias Marzuki Mohamad yang sudah terdaftar di Hak Cipta diubah dan digunakan tanpa izin.

"Saya sampaikan bahwa tidak ada motif apa-apa dalam kasus ini," ujar Hilarius saat dihubungi, Rabu (16/01/2019).

"Kita mau mengatakan bahwa ada undang-undang yang mengatur hak cipta yang dilanggar," katanya.

Baca Juga: Kuasa Hukum: Tak Ada Motif Politik atas Laporan Kill The DJ ke Polisi soal "Jogja Istimewa"

2. Moh Marjuki beri kesempatan mediasi

Pencipta lagu Jogja Istimewa, Moh. Marjuki atau dikenal dengan Marzuki Mohamad saat melaporkan pelanggaran Hak Cipta dan UU ITE di SPKT Polda DIY, Selasa (15/01/2019).KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA Pencipta lagu Jogja Istimewa, Moh. Marjuki atau dikenal dengan Marzuki Mohamad saat melaporkan pelanggaran Hak Cipta dan UU ITE di SPKT Polda DIY, Selasa (15/01/2019).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Boyolali Tambah Rumah Sakit Rujukan

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Boyolali Tambah Rumah Sakit Rujukan

Regional
Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Regional
Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Regional
'Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?'

"Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?"

Regional
Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Regional
Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Regional
Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Regional
Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X