BERITA POPULER NUSANTARA: Fenomena Serangan Tawon di Klaten hingga Lolosnya Anies dari Sanksi Bawaslu - Kompas.com

BERITA POPULER NUSANTARA: Fenomena Serangan Tawon di Klaten hingga Lolosnya Anies dari Sanksi Bawaslu

Kompas.com - 13/01/2019, 06:00 WIB
Ilustrasi tawonsodapix sodapix Ilustrasi tawon

KOMPAS.com - Berita tentang serangan tawon "ndas" atau Vespa affinis di Klaten, Jawa Tengah, menjadi topik hangat di Kompas.com di hari Sabtu (12/1/2019).

Serangga yang memiliki racun tersebut telah merenggut 7 korban jiwa dalam dua tahun terakhir di wilayah tersebut.

Selain itu, berita tentang harga tiket dari Banda Aceh Ke Jakarta via Kuala Lumpur yang lebih murah, juga menjadi sorotan.


Berikut ini secara lengkap berita populer Nusantara, Sabtu (12/1/2019):

1. Tiket pesawat ke Jakarta via Kuala Lumpur lebih murah?

Ilustrasi pesawat terbang.KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi pesawat terbang.

Hasil penelusuran Kompas.com, harga tiket penerbangan dari Banda Aceh menggunakan maskapai Air Asia pukul 11.10 via Kuala Lumpur dan tiba di Bandara Sukarno Hatta, pukul 19.30 hanya Rp 716.800.

Lalu, tiket pesawat dengan jam yang sama menggunakan maskapai Lion Air dari Banda Aceh pukul 06.00 WIB via Bandara Kuala Namu Medan, seterusnya menggunakan maskapai Batik Air dan tiba di Bandara Sukarno Hatta Jakarta pukul 12.20 WIB, harganya Rp 3.012.800.

Kondisi tersebut diakui M Yanis, salah satu warga pengguna jasa penerbangan, sangat memprihatinkan. 

“Mau dibuat bagaimana pun, misalnya dipenggal-penggal tiketnya, dari Banda Aceh ke Kuala Lumpur sekali penerbangan, lalu lanjut ke Jakarta dengan maskapai berbeda, masih tetap murah via Kuala Lumpur. Saya sering menggunakan penerbangan model begini, dan ini sebenarnya memalukan, masak iya dalam negeri jauh lebih mahal,” sebut Yanis, warga Lhokseumawe, Sabtu (12/1/2018).

Baca berita selengkapnya: Terbang ke Jakarta, Warga Aceh Pilih Lewat Kuala Lumpur

2. Deretan fakta serangan tawon "ndas" di Klaten

Petugas Damkar Kabupaten Klaten saat melakukan proses evakuasi sarang tawon Vespa affinis di pohon, Jumat (11/1/2019) malam.Dokumentasi Damkar Klaten Petugas Damkar Kabupaten Klaten saat melakukan proses evakuasi sarang tawon Vespa affinis di pohon, Jumat (11/1/2019) malam.

Dalam dua tahun terakhir, tujuh warga di Klaten meninggal dunia akibat sengatan tawon jenis Vespa affinis atau sering disebut tawon "ndas".

Kepala Pemadam Kebakaran Kabupaten Klaten Nur Khodik menjelaskan, jika tersengat tawon jenis ini harus segera mendapat penanganan medis dalam waktu 1x24 jam agar terhindar dari ancaman kematian.

Upaya pemberantasan dan pencegahan terus dilakukan, salah satunya menggandeng para ahli untuk mensosialisasikan bahaya dari tawon predator ini.

Baca berita selengkapnya: Fakta di Balik Serangan Tawon "Ndas" di Klaten, 7 Warga Meninggal Dunia hingga Daerah Rawan

3. Selain lezat, durian Bungbulang ukurannya jumbo

Pegiat Pangan Lokal Lebak, Wandi S Assayid menunjukkan jenis durian jumbo Bungbulang, Jumat (11/1/2019). Jenis Bungbulang merupakan durian unggul yang bisa mencapai bobot 12 kilogram.KOMPAS.com/ACEP NAZMUDIN Pegiat Pangan Lokal Lebak, Wandi S Assayid menunjukkan jenis durian jumbo Bungbulang, Jumat (11/1/2019). Jenis Bungbulang merupakan durian unggul yang bisa mencapai bobot 12 kilogram.

Durian asal Kabupaten Lebak yang terkenal adalah durian Bungbulang. Nama yang sesuai dengan asal durian tersebut, yaitu Kecamatan Bungbulang.

Sentra penghasil durian di Provinsi Banten ini kebanjiran berbagai jenis durian lokal yang masing-masing punya keunggulan.

Durian bungbulang menjadi durian unggulan dari Kabupaten Lebak karena memiliki ukuran yang tidak biasa.

Jika durian lokal lain berukuran kecil, maka durian bungbulang ukurannya jumbo dengan bobot rata-rata lima hingga tujuh kilogram.

"Rata-rata ukurannya sekitar 5-7 kilogram, namun kemarin sempat kami timbang paling besar mencapai 12 kilogram untuk durian bungbulang," kata Pegiat Pangan Lokal Lebak, Wandi S Assayid kepada Kompas.com, Jumat (11/1/2019).

Baca berita selengkapnya: Durian Bungbulang dari Lebak, Bobot Bisa Capai 12 Kg, Rasanya Legit Nikmat

4. Ketum PSI harap Ahok bergabung

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie.KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) Grace Natalie tidak membantah jika dirinya memiliki harapan agar mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok bisa bergabung bersama PSI setelah masa hukumannya bebas.

“Apapun itu, mau berlabuh (ke PSI), apakah tetap di politik, mau punya karir baru, PSI akan terus mendukung dan mendoakan Pak Ahok,” kata Grace saat ditemui di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (11/1/2019).

Grace mengklaim, seluruh kader PSI sangat menyambut gembira atas bebasnya Ahok dua pekan lagi.

“Kami turut bergembira karena beliau akan segera bebas, di mana menurut kami, beliau tidak seharusnya diganjar hukuman dua tahun penjara. Sekali lagi kita sangat merayakan itu dan turut bergembira,” ucapnya.

Baca Juga: Berikan Ucapan Selamat Bebas, PSI Bakal Ajak Ahok Gabung?

5. Gubernur DKI Anies Baswedan lolos dari sanksi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (11/1/2019) malam.KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (11/1/2019) malam.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinyatakan tidak melanggar aturan seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Keputusan tersebut disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor terkait laporan dugaan pelanggaran kampanye saat Anies menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Bogor, pada 17 Desember 2018.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggatan Bawaslu Kabupaten Bogor Abdul Haris mengatakan, kegiatan konferensi tersebut merupakan kegiatan internal rutin Partai Gerindra.

Selain itu, Anies diundang sebagai Gubernur DKI dan sudah menyampaikan pemberitahuan tentang kehadirannta kepada Kemendagri.

"Berdasarkan hasil analisa, kajian dan proses klarifikasi terhadap pelapor, terlapor dan saksi-saksi, sulit membuktikan adanya dugaan tindak pidana pelanggaran pemilu," kata Haris, Jumat (11/1/2019).

Baca berita selengkapnya: Anies Baswedan Tak Melanggar Saat Hadiri Acara Gerindra di Sentul, Ini Alasannya

Sumber: KOMPAS.com (Ramdhan Triyadi Bempah, Putra Prima Perdana, Acep Nazmudin, Masriadi

 



Close Ads X