Kisah Petani Bawang Merah di Magetan yang Merugi Saat Harga Tinggi... - Kompas.com

Kisah Petani Bawang Merah di Magetan yang Merugi Saat Harga Tinggi...

Kompas.com - 12/01/2019, 21:22 WIB
Petani bawah merah di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan memanen tanaman bawang merah mereka. Meski harga bawang merah sempat tinggi, namun petani belum bisa menikmati hasil panen mereka karena sistem ijon dan mahalnya harga bibit bawang merah. KOMPAS.com/SUKOCO Petani bawah merah di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan memanen tanaman bawang merah mereka. Meski harga bawang merah sempat tinggi, namun petani belum bisa menikmati hasil panen mereka karena sistem ijon dan mahalnya harga bibit bawang merah.

MAGETAN , KOMPAS.com - Petani bawang merah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengaku, tidak bisa menikmati harga bawang merah yang sempat melambung tinggi sebulan lalu.

Harga bawang merah super di Pasar Sayur Magetan sempat menyentuh Rp 30.000 per kilogram.

Salah satu petani bawang merah di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Wahyu mengatakan, banyak petani bawang yang telah menjual bawang merah ke pedagang saat bawang merah baru berusia 1 bulan.

“Kebanyakan petani terima DP dulu. Biasanya Rp 500.000 sampai Rp 1 juta. Biar mahal tetap saja kami tidak merasakan,” ujar Wahyu, Sabtu (12/01/2019).


Bahkan, saat harga bawang merah anjlok menjadi Rp 15.000 per kilogram, petani juga dirugikan.

Wahyu mengaku terpaksa memilih mengembalikan uang panjar yang telah diterima dari pedagang sebesar Rp 1 juta karena pedagang memotong pembayaran Rp 2,5 juta dengan alasan harga bawang merah di pasaran turun drastis.

“Mau saya kembalikan uangnya, masih menunggu ada pedagang lain yang mau membeli bawang saya,” kata dia.

Sementara itu, petani lainnya, Slamet, yang biasa menyuplai bawang merah ke sejumlah pasar di Solo dan Yogyakarta, mengaku, para pedagang yang sudah telanjur membeli bawang merah milik masyarakat memilih memanen lebih awal agar tidak merugi terlalu banyak.

“Hari ini harga bawang merah turun menjadi Rp 13.000 dari harga Rp 15.000 kemarin. Makanya, kami panen lebih awal agar ruginya tidak banyak. Kalau rugi ya rugi, namanya berdagang,” kata Slamet.

Ia mengatakan, di Pasar Sayur Magetan, harga bawang merah super sempat mencapai Rp 27.000 hingga Rp 30.000 turun menjadi Rp 20.000.

Bawang merah biasa harganya hanya Rp 15.000.

"Bawang merah paling bagus sekarang Rp 20.000, kalau biasa Rp 15.000 sekilo. Turun karena pasokan mulai banyak, petani lokal sini mulai panen,” ujar dia.

Meski harga bawang merah di pasaran mulai turun, tidak demikian dengan harga bibit bawang merah siap tanam.

Menurut para petani, harga bibit bawang merah siap panen justru naik meski harga bawang merah hasil panen petani turun. Pekan lalu, harga bibit Rp 27.000, saat ini naik menjadi Rp 30.000.

Kenaikan harga bibit bawang merah siap tanam tersebut diduga karena petani kembali memilih menanam bawang merah di lahan mereka pasca panen karena curah hujan yang tidak begitu tinggi beberapa waktu terakhir.

Petani memilih menanam bawang merah dibandingkan padi.

Dengan tingginya harga bibit dan adanya sistem ijon, petani bawang merah di Kabupaten Magetan belum bisa menikmati harga bawang merah yang tinggi.

Petani bawang, Suyono, berharap, pemerintah membantu petani bawang merah untuk mendapatkan bibit bawang merah siap tanam yang murah dan berkualitas.

“Tingginya biaya menanam bawang merah dan mahalnya bibit membuat petani memilih berutang kepada tengkulak,” kata Suyono.



Close Ads X