BMKG Aceh Imbau Masyarakat 6 Kabupaten Waspada Puting Beliung

Kompas.com - 09/01/2019, 17:11 WIB
Ilustrasi puting beliung KOMPAS.com/M WISMABRATA Ilustrasi puting beliung


ACEH UTARA, KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Aceh mengimbau masyarakat di enam kabupaten waspada terhadap cuaca ekstrem seperti puting beliung dan angin kencang.

Keenam kabupaten itu yakni Kabupaten Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Kota Langsa.

Prakirawan BMKG Aceh Kantor Bandara Sultan Malikussaleh, Aceh Utara, Nasrun, Rabu (9/1/2019) menyebutkan kondisi itu diperkirakan terjadi sore ini hingga malam nanti.

“Saat ini, kami pantau sebagian besar wilayah Bireuen sedang diliputi awan hujan berjenis cumulunibus disertai petir dan angin kencang dan kami harapkan waspada terhadap angin puting beliung. Ini berpotensi meluas hingga malam nanti ke wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, dan Bener Meriah,” sebut Nasrun.

Baca juga: Ini Penyebab Gempa Bumi Sukabumi Menurut BMKG

Dia menyebutkan, dua hari ke depan, 10-11 Januari 2019 kondisi serupa diperkirakan terjadi di enam kabupaten itu.

Khusus untuk Bireuen, angin kencang berpotensi terjadi di Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan, Jeumpa, dan Kecamatan Gandapura.

Sedangkan untuk Kabupaten Bener Meriah, angin kencang dan puting beliung berpotensi terjadi di Kecamatan Permata, Bener Kalipah, Timang Gajah, dan Kecamatan Pintu Rime.

“Kami imbau agar jangan berada di ruang terbuka untuk agar terhindar dari potensi puting beliung,” sebutnya.

Kondisi cuaca diperkirakan kembali normal pada 12 Januari 2019.

“Hari Jumat dan Sabtu ini itu kami perkirakan sudah berawan,” pungkas Niswan.

Kompas TV Badan Meteorologi KlimatologidanGeofisika (BMKG) mengklarifikasi rekaman suara yang beredar di masyarakat, terkait ancaman gempa bermagnitudo 8 di Selat Sunda, akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski status Gunung Anak Krakatau siaga III, BMKG menegaskan informasi itu tidak benar atau hoaks.<br /> <br /> Kepala bagian Humas BMKG menegaskan hingga saat ini, pihaknya tidak mengeluarkan peringatan gempa berkekuatan delapan skala richter.Hal itu karena belum ada alat, yang dapat mendeteksi akan terjadinya gempa.<br /> <!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br /> <!--[endif]-->


Terkini Lainnya


Close Ads X