Pengusaha Tambang Kota Tasik Akui Galian Pasir Bisa Rusak Lingkungan

Kompas.com - 08/01/2019, 15:12 WIB
Salah satu lokasi galian pasir tanpa izin yang marak beroperasi kembali di Jalan Raya Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya, Selasa (8/1/2019). KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHASalah satu lokasi galian pasir tanpa izin yang marak beroperasi kembali di Jalan Raya Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya, Selasa (8/1/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pengusaha galian pasir di Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari, Kota Tasikmalaya, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat proses kajian pemberian izin tambang.

Pelaku galian C di wilayah itu mengklaim, selama ini proses untuk mendapatkan izin tambang pasir sudah dalam tahap pengkajian dinas Pertambangan Provinsi Jawa Barat.

"Sekarang kami di sini para pengusaha galian pasir kalau ditanya tentang mampukah kami mengurus izin tambang? Kami yakin mampu semua untuk itu. Tapi, kan selama ini kita kebingungan langkah untuk mengurus izin tersebut karena tidak ada kejelasan dari pihak provinsi," jelas pengusaha galian C di Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin), Ihsan Nadirin kepada wartawan, Selasa (8/1/2019).

Ihsan menambahkan, kegiatan para pengusaha tambang pasir di dua kecamatan selama ini diakuinya menimbulkan sisi positif dan negatif.

Ia mengklaim, dari sisi positif terdapat taraf peningkatan ekonomi bagi warga sekitar karena mendapatkan pekerjaan di sekitar lokasi tambang. Namun, ia juga mengakui sisi negatifnya terhadap alam lingkungan bisa terjadi.

"Ya, kalau sisi negatifnya terhadap alam seperti banjir, longsor dan tidak adanya resapan air," ungkap Ihsan.

Baca juga: Kapolres Tasik Kota Janji Tindak Tegas Penambang Pasir Ilegal

Ia bersama kelompok pengusaha lainnya sebenarnya sudah lama berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sampai sekarang proses pengkajian untuk mendapatkan izin tambang tersebut masih belum rampung dilakukan oleh pihak provinsi.

"Kami juga sangat mengerti untuk proses pengkajian pemberian izin tersebut sangat membutuhkan waktu yang tak singkat. Namun, kita pun sudah memiliki niatan untuk mendapatkan izin tersebut," tambah dia.

Ihsan pun mengakui, sepengetahuannya bahwa semua lokasi galian C di Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari selama ini tak memiliki izin resmi dari pemerintah.

Namun, pihaknya berharap setelah kajian-kajian selesai, para pengusaha bisa diberikan legalitas kegiatannya selama ini.

"Sepengetahuan saya semua lokasi galian pasir di Mangkubumi dan Bungursari semuanya tak memiliki izin. Kita berharap akan bisa bekerjasama dengan pihak Provinsi Jawa Barat," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa lokasi penambangan pasir ilegal di Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari, Kota Tasikmalaya, masih terlihat bebas beroperasi sampai sekarang.

Baca juga: Galian C Ilegal di Kota Tasikmalaya Sebabkan Bencana Kekeringan Parah

Seperti di Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin), terlihat beberapa titik galian C dengan alat berat dan antrian truk pengangkut pasir bebas melakukan aktifitasnya.

Para penambang liar seakan tak pernah jera meski sering dilakukan operasi penertiban oleh Polda Jawa Barat dan Dinas Pertambangan Provinsi Jabar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Regional
Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Regional
Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X