Bupati Jeje: KA Pangandaran, Obat Tahun Baru yang Sepi Wisatawan

Kompas.com - 03/01/2019, 07:26 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan kereta api (KA) Pangandaran relasi Jakarta-Bandung-Banjar, Rabu (2/1//2019). Dok Humas PT KAI Daop 2 BandungPT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan kereta api (KA) Pangandaran relasi Jakarta-Bandung-Banjar, Rabu (2/1//2019).

BANJAR, KOMPAS.com - Diluncurkannya KA Pangandaran relasi Banjar-Bandung-Jakarta disambut baik Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Peluncuran ini, kata dia, untuk mengobati sepinya wisatawan di Pangandaran pada perayaan Tahun Baru 2019.

"Momen sejarah. Cukup obati kekecewaan kami yang (perayaan) Tahun Barunya sepi. Kami bahagia kembali karena launching dengan nama istimewa, Kereta Api Pangandaran," sebut Jeje saat Grand Launching KA Pangandaran di Stasiun Banjar, Jawa Barat, Rabu (2/1/2019).

Dipakainya nama Pangandaran sebagai nama kereta, kata Jeje, akan membuat nama Pangandaran kian terkenal. Dengan begitu, ada kepastian orang datang ke Pangandaran.

Baca juga: KA Pangandaran, Jarak Tempuh Jakarta-Bandung-Banjar 8 Jam

 

"Ada kepastian, tinggal butuh konekting dari Banjar ke Pangandaran," katanya.

Dengan adanya KA Pangandaran, Jeje kian optimistis akan reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang akan membuat Pangandaran makin maju.

Persoalan yang dihadapi Pangandaran, menurut Jeje, ada pada akses jalan. Jika kereta api bisa sampai Pangandaran, katanya, akan sangat mengangkat wisata Pangandaran.

Kepada PT KAI, Bupati Jeje meminta agar KA Pangandaran di-branding dengan gambar-gambar objek wisata yang ada di Pangandaran.

"Foto tempat wisata saja. Kalau foto Bupatinya enggak usah dipajang," seloroh Jeje. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X