Pada Peringatan 14 Tahun Tsunami Aceh, Terselip Doa untuk Banten dan Lampung

Kompas.com - 26/12/2018, 13:56 WIB
Warga melakukan doa dan zikir bersama di Makam Massal Ulhee Lheu Banda Aceh memperingati haul 14 tahun pasca bencana gempa dan tsunami Aceh. Warga Aceh juga memberikan dukungannya untuk Banten dan lampung yang mengalami bencana yang sama.****** Daspriani Y ZamzamiWarga melakukan doa dan zikir bersama di Makam Massal Ulhee Lheu Banda Aceh memperingati haul 14 tahun pasca bencana gempa dan tsunami Aceh. Warga Aceh juga memberikan dukungannya untuk Banten dan lampung yang mengalami bencana yang sama.******


BANDA ACEH, KOMPAS.com – Ribuan warga di Aceh larut dalam doa dan zikir memperingati 14 tahun pascabencana gempa dan tsunami melanda Aceh.

Warga juga memberi dukungan dan doa bagi warga Banten dan Lampung yang baru saja mengalami duka yang sama.

Pusat peringatan haul 14 tahun tsunami Aceh dipusatkan di Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Kecamatan ini menjadi salah satu daerah terdampak parah gelombang tsunami Aceh 14 tahun lalu. Lebih dari 12 ribu warga di kecamatan ini menjadi korban gempa dan tsunami Aceh tahun 2004.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajak warga untuk memberi dukungan dan doa terhadap warga Banten dan Lampung yang juga mengalami bencana yang sama.

“Atas nama pemerintah Aceh, rakyat Aceh turut berduka atas bencana Banten dan Lampung. Duka itu pernah kita alami 14 tahun yang lalu, oleh karena itu mari kita kirimkan dukungan dan doa agar masyarakat di Banten dan Lampung bisa tabah dan kuat menjalani semua cobaan dan bisa segera bangkit kembali,” ujar Nova Iriansyah, dalam peringatan 14 tahun tsunami Aceh, Rabu (26/12/2018).

Baca juga: Tsunami Timbulkan Duka bagi Indonesia dalam 14 Tahun, dari Aceh hingga Selat Sunda

Peringatan ini juga dihadiri sejumlah tamu dari Jepang dan Malaysia dan sejumlah undangan dari Jakarta dan daerah lainnya.

Peringatan haul tsunami ini juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustad Somad. Sebelum menggelar zikir, warga juga melakukan ziarah ke makam massal korban gempa dan tsunami yang ada di kawasan Siron, Lambaro Aceh Besar dan kawasan Ulhee Lheu Banda Aceh.

Mereka yang berziarah meyakini kalau anggota keluarganya dimakamkan di pemakaman massal tersebut.

“Saya tidak menemukan jenazah ayah saya, karena lokasi rumah kami dekat dengan pemakaman ini, saya yakin jika jasad ayah saya dimakamkan disini,” jelas Ifrizal, warga Banda Aceh.

Ifrizal juga menyatakan dukungannya terhadap korban bencana tsunami di Banten dan Lampung.

“Saya mengimbau agar saudara kami di Banten dan Lampung bisa tetap tabah dan tegar, karena di balik musibah ini ada hikmahnya, kami turut berduka untuk Banten dan Lampung, Insya Allah mereka segera pulih kembali,” ujar Ifrizal. 

Kompas TV Masa tanggap darurat diterapkan berbeda di tiap wilayah terdampak tsunami di Selat Sunda. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita melalui sambungan telepon kepada KompasTV pada Rabu pagi.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X