Kompas.com - 26/12/2018, 11:44 WIB
Kereta Galunggung trayek baru relasi Tasikmalaya-Bandung langsung diserbu penumpang saat tiba di Stasiun Tasikmalaya, Rabu (26/12/2018). KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHAKereta Galunggung trayek baru relasi Tasikmalaya-Bandung langsung diserbu penumpang saat tiba di Stasiun Tasikmalaya, Rabu (26/12/2018).

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan Kereta Api Galunggung relasi Tasikmalaya-Bandung, yang kali pertama tiba di Stasiun Tasikmalaya sekitar pukul 09.30 WIB pada Rabu (26/12/2018).

Dalam peluncuran perdana KA Galunggung, PT KAI pun menyediakan tiket gratis untuk perjalanan dari Stasiun Kiaracondong di Bandung ke Stasiun Tasikmalaya, juga arah sebaliknya.

"KA Galunggung tersedia enam unit kereta dengan kapasitas 636 tempat duduk," ujar Kepala Humas PT KAI (Persero), Agus Komarudin saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (26/12/2018).

"Masyarakat dapat menikmati perjalanan tanpa biaya dengan KA tersebut mulai 26 Desember 2018 hingga 25 Januari 2018," kata dia.

Baca juga: Kereta Galunggung Jurusan Tasik-Bandung Gratis, Warga Antusias Mengantre

Miliki tiket

Meskipun KA Galunggung diberlakukan tanpa biaya, namun masyarakat diimbau untuk tetap memiliki tiket yang bisa didapatkan di loket. Sebaiknya, menurut Agus, tiket harus dimiliki tujuh hari sebelum keberangkatan.

"Calon penumpang juga sebaiknya membawa kartu identitas seperti KTP, SIM, atau paspor," ujar Agus.

Calon penumpang dapat melakukan transaksi pemesanan tiket maksimal empat buah tiket. Namun, yang perlu diperhatikan bahwa tiket yang telah dipesan tidak dapat diubah jadwalnya.

Selain itu, PT KAI (Persero) juga menetapkan ketentuan jika jumlah kursi gratis ini telah habis terpesan, maka pihaknya akan menutup layanan "pembelian" tiket KA Galunggung.

"Karena tiket gratis KA Galunggung ini berlaku sampai 25 Januari 2019, setelah tanggal itu akan diberlakukan tarif sebesar Rp 35.000 untuk jarak jauh (lebih dari 58 km), dan Rp 25.000 untuk tarif parsial (0-58 km)," ujar Agus.

Baca juga: KA Galunggung, Perjalanan Bandung-Tasikmalaya 3 Jam 20 Menit

Berikut jadwal perjalanan KA Galunggung.

1. Relasi Kiaracondong-Tasikmalaya:

- Kiaracondong, keberangkatan pukul 06.05 WIB
- Rancaekek, keberangkatan pukul 06.30 WIB
- Cicalengka, keberangkatan pukul 06.41 WIB
- Leles, keberangkatan 07.30 WIB
- Cibatu, keberangkatan 07.51 WIB
- Cipeundeuy, keberangkatan 08.37 WIB
- Tasikmalaya, keberangkatan 09.27 WIB

2. Relasi Tasikmalaya-Kiaracondong:
- Tasikmalaya, keberangkatan pukul 10.35 WIB
- Cipeundeuy, keberangkatan pukul 11.53 WIB
- Cibatu, keberangkatan pukul 12.30 WIB
- Leles, keberangkatan pukul 12.59 WIB
- Cicalengka, keberangkatan pukul 13.39 WIB
- Rancaekek, keberangkatan pukul 13.54 WIB
- Kiaracondong, keberangkatan pukul 14.11 WIB



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X