Pengungsi Korban Tsunami Selat Sunda di Lampung Capai 2.500 Orang

Kompas.com - 24/12/2018, 08:51 WIB
Para pengungsi korban tsunami Selat Sunda di Lampung.KOMPAS.com/ ENI MUSLIHAH Para pengungsi korban tsunami Selat Sunda di Lampung.

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Pengungsi korban tsunami Selat Sunda di Bandar Lampung hingga Minggu (23/12/2018) mencapai 2.500 orang.

Pengungsi tersebut terpusat di kantor Gubernur Lampung.

"Sampai malam ini jumlah pengungsi yang datang ke kantor gubernur (Lampung) mencapai 2.500 orang. Kemungkinan pasti akan bertambah bila situasi memburuk," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni dikutip Antaranews, Minggu.

Para pengungsi menempat bagian depan pintu masuk kantor, Gedung Balai Keratuan Ruang Abung, ruang media, ruang sungkai, bagian depan kantor DPRD, lorong Dinas Komunikasi dan Informatika, area parkir bawah gedung Balai Keratuan dan tenda di depan kantor gubernur.

Sumarju mengatakan, para pengungsi berdatangan ke kantor gubernur Lampung dari Minggu pagi hingga malam. Mereka terdiri atas anak-anak, orang dewasa, dan warga lanjut usia. Mayoritas anak-anak dan warga lanjut usia.

Baca juga: Korban Tsunami Lampung Bertambah, Pengungsi di Pulau Sebesi Belum Bisa Dievakuasi

Dia menambahkan, warga mengungsi karena khawatir air laut naik lagi dan menerjang permukiman mereka.

Terkait persediaan bahan bangan, Sumarju menyatakan masih melimpah. Bantuan itu berasal dari negara dan swasta.

Baca juga: Jauh dari Posko, Sebagian Pengungsi Banjir Pekanbaru Tak Dapat Bantuan



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Meski Banjir Setinggi 5 Meter, Sejumlah Manula Tetap Bertahan di Rumah

Meski Banjir Setinggi 5 Meter, Sejumlah Manula Tetap Bertahan di Rumah

Regional
Satu Lagi Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 Ditemukan

Satu Lagi Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 Ditemukan

Regional
SD di Maluku Kirim Surat, Orangtua Diminta Pahami Bakat dan Minat Anak

SD di Maluku Kirim Surat, Orangtua Diminta Pahami Bakat dan Minat Anak

Regional
Sengketa Tanah, Jurigan Durian Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Pensiunan Polisi dan Keluarga

Sengketa Tanah, Jurigan Durian Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Pensiunan Polisi dan Keluarga

Regional
Jembatan Penghubung Lampung-Sumsel Amblas, Evakuasi Truk Butuh 14 Hari

Jembatan Penghubung Lampung-Sumsel Amblas, Evakuasi Truk Butuh 14 Hari

Regional
4 Fakta di Balik Seserahan Xpander Rp 256 Juta, Jadi TKI 10 Tahun hingga Bantah Ingin Pamer

4 Fakta di Balik Seserahan Xpander Rp 256 Juta, Jadi TKI 10 Tahun hingga Bantah Ingin Pamer

Regional
Kondisi Penyerang Sopir Bus Safari di Tol Cipali Kritis dan Dirawat di ICU

Kondisi Penyerang Sopir Bus Safari di Tol Cipali Kritis dan Dirawat di ICU

Regional
Gunung Karangetang Luncurkan Guguran Lava

Gunung Karangetang Luncurkan Guguran Lava

Regional
Jemaah Ahmadiyah Akan Direlokasi ke Kecamatan Sembalun di Lombok Timur

Jemaah Ahmadiyah Akan Direlokasi ke Kecamatan Sembalun di Lombok Timur

Regional
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembuatan Uang Palsu di Gresik

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembuatan Uang Palsu di Gresik

Regional
Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Mafia Bola Kembali Ditunda

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Mafia Bola Kembali Ditunda

Regional
Ada Tumpukan Pasir di Hutan Lindung, Monyet Ekor Panjang Menghilang

Ada Tumpukan Pasir di Hutan Lindung, Monyet Ekor Panjang Menghilang

Regional
'Rock Balancing Art', Seni Menata Batu Kali di Tengah Derasnya Aliran Sungai

"Rock Balancing Art", Seni Menata Batu Kali di Tengah Derasnya Aliran Sungai

Regional
'Calon Pimpinan KPK Jangan Nilai dari Jenggot dan Pakaiannya'

"Calon Pimpinan KPK Jangan Nilai dari Jenggot dan Pakaiannya"

Regional
KPK Soroti 49 Izin Usaha Pertambangan Timah Tanpa CNC di Bangka Belitung

KPK Soroti 49 Izin Usaha Pertambangan Timah Tanpa CNC di Bangka Belitung

Regional

Close Ads X