Lima Fakta di Balik Nasib Korban Banjir di Kampar, Berharap Jokowi Datang hingga Minim Bantuan

Kompas.com - 18/12/2018, 12:31 WIB
Seorang pria bernama Jefrizal (38) mengarungi banjir untuk menuju rumahnya yang banjir di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (17/12/2018). KOMPAS.com/IDON TANJUNGSeorang pria bernama Jefrizal (38) mengarungi banjir untuk menuju rumahnya yang banjir di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (17/12/2018).

KOMPAS.com - Banjir telah merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar, Riau, sejak Minggu (9/12/2018).

Hujan deras dan dibukanya lima pintu air di PLTA Koto Panjang membuat air Sungai Kampar meluap. Setidaknya 7 kecamatan terendam luapan air dari sungai tersebut. Warga terpaksa mengungsi dan menggantungkan hidup mereka dari bantuan pemerintah.

Sayangnya, hingga saat ini bantuan yang datang jumlahnya sangat minim. Salah satunya para pengungsi di Desa Terantang, Kecamatan Tambang. Anak-anak di tenda pengungsian hanya makan mi instan dicampur nasi putih.


Berikut ini fakta baru bencana banjir di Kampar, Riau:

1. Banyak warga bertahan di rumah

Banjir di Desa Padang Luas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (13/12/2018).KOMPAS.com/IDON TANJUNG Banjir di Desa Padang Luas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (13/12/2018).

Banjir di Kabupaten Kampar merendam sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Tambang, Siak Hulu, Kampar Kiri, Kampar Timur, Kampar Utara, Kampar, XIII Koto Kampar, dan Rumbio Jaya.

Akibatnya, sebagian besar warga terpaksa mengungsi, namun tidak sedikit warga yang bertahan di rumah. Mereka membuat panggung di dalam rumah sehingga terhindar dari genangan banjir. Salah satu warga yang bertahan adalah Nazir (44), warga Desa Buluh Cina.

"Saya dan keluarga masih bertahan di rumah. Kami buat panggung di dalam rumah, karena ketinggian air di dalam rumah sekitar satu meter," akui Nazir, Senin (17/12/2018).

Selain Nazir, Jefrizal juga memilih bertahan di rumah.

"Tenda dan dapur umum ada, Pak. Tapi jauh di seberang sana di Desa Baru. Dari desa kami jaraknya sekitar tiga kilometer menyeberang sungai. Uang enggak ada mau bayar ongkos robin (perahu mesin)," sebutnya.

Baca Juga: Desa di Kampar Riau Ini Sudah 15 Hari Kebanjiran, Warga Butuh Bantuan

2. Hanya dapat bantuan sekali selama bencana

Danramil 07/Kampar Kapten Inf Lilik Haryono dan satu orang prajuritnya menyerahkan bantuan sembako kepada korban banjir di Dusun II Langgam, Desa Alam Panjang, Kampar, Riau, Jumat (14/12/2018).KOMPAS.com/IDON TANJUNG Danramil 07/Kampar Kapten Inf Lilik Haryono dan satu orang prajuritnya menyerahkan bantuan sembako kepada korban banjir di Dusun II Langgam, Desa Alam Panjang, Kampar, Riau, Jumat (14/12/2018).

Nazir menjelaskan, warga korban banjir baru dapat satu kali bantuan dari pemerintah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X