Cuaca Buruk, Helikopter Bali Air Mendarat Darurat di Kupang

Kompas.com - 14/12/2018, 21:59 WIB
Helikopter asal Timor Leste yang dipiloti oleh seorang warga Australia, mendarat darurat di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Dokumen Polres KupangHelikopter asal Timor Leste yang dipiloti oleh seorang warga Australia, mendarat darurat di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)


KUPANG, KOMPAS.com - Sebuah helikopter Bali Air, yang terbang dari Dilli, Timor Leste, mendarat darurat di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasubag Humas Polres Kupang Iptu Simon Sera, mengatakan, helikopter berwarna merah itu mendarat darurat di lapangan sepak bola SMA Negeri 1 Amfoang Utara, Desa Afoan, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang.

"Helikopter itu mendarat darurat sekitar pukul 12.30 Wita siang tadi, akibat cuaca buruk," ungkap Simon, kepada Kompas.com, Jumat (14/12/2018).

Baca juga: Mesin Mendadak Mati, Helikopter Mendarat Darurat di Jeneponto

Helikopter yang dipiloti oleh seorang warga negara Australia itu, lanjut Simon, terbang dari Dili hendak melanjutkan perjalanan menuju ke Bali.

Menurut Simon, helikopter itu tidak membawa penumpang. Hanya pilot berkewarganegaraan Australia bernama Paul Clement Nommenense (53) dan seorang kru berkewarganegaraan Indonesia bernama Madani (29).


"Saat ini keduanya dievakusi ke rumah warga setempat. Kondisi helikopter pun baik dan tidak ada kerusakan," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Semalam 2 Bentrok Warga Terjadi di Tapanuli Selatan, gara-gara Senjata Mainan dan Knalpot Bising

Dalam Semalam 2 Bentrok Warga Terjadi di Tapanuli Selatan, gara-gara Senjata Mainan dan Knalpot Bising

Regional
Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Regional
Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X