Pelaku Pencabulan Anak Tak Dibui, Keluarga Korban Mengadu ke Kak Seto

Kompas.com - 14/12/2018, 21:58 WIB
Psikolog anak Kak Seto KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAPsikolog anak Kak Seto


MADIUN, KOMPAS.com — Pasangan suami istri, Yati Maryati (34) dan Dimas Kurniawan (40) mengadu ke Seto Mulyadi atau lebih dikenal dengan Kak Seto yang saat itu tengah mengisi acara di Pendopo Graha Muda, Kota Madiun, Jumat ( 14/12/2018).

Pasangan suami istri asal Kota Madiun meminta keadilan kepada tokoh pecinta anak itu lantaran pelaku yang mencabuli putrinya SF (6), tak kunjung dieksekusi Kejaksaan Negeri Kota Madiun.

Padahal, Mahkamah Agung (MA) sudah mengabulkan Peninjauan Kembali jaksa penuntut umum untuk menghukum Bayu Samodra Wijaya (21) selama lima tahun penjara.

Putusan MA membatalkan putusan Pengadilan Negeri Kota Madiun yang memutus bebas Bayu Samudera.

Pasangan suami istri itu serta putri mereka SF, menunggu di belakang panggung, saat Kak Seto mengisi acara Pengukuhan Bunda Baca di Pendopo Kabupaten Madiun.

Setelah Kak Seto selesai memberikan materi, mereka kemudian menghampiri pria itu.

Baca juga: Cerita Kak Seto yang Pernah Jadi Pengamen untuk Biayai Pendidikan

Pasangan Yati dan Dimas meminta keadilan agar Bayu Samudra Wibawa (21) segera diproses sesuai aturan.

Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun dengan memberikan hukuman bagi Bayu selama lima tahun penjara.

"Tolong kami dibantu Pak. Agar kasus yang dialami anak saya cepat selesai dan terdakwa mendapat hukuman yang setimpal," kata Yati Maryati, kepada Kak Seto.

Mendapatkan aduan pasangan itu, Kak Seto langsung tanggap. Ia berjanji, selaku ketua LPAI, akan menanyakan langsung perkembangan kasus ini di MA.

"Kami akan langsung kontak ke Mahkamah Agung. Senin atau Selasa, kami akan menghadap ke MA. Selain itu kami juga akan terus berkoordinasi dengan orang tuanya," kata Kak Seto.

Kak Seto,atas nama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), berjanji mengawal kasus ini  hingga tuntas.

Sementara itu, Dimas Kurniawan, ayahanda SF mengatakan sengaja mendatangi Kak Seto untuk meminta keadilan.

Pasalnya, pelaku yang telah mencabuli putrinya, hingga kini masih dapat menghirup udara bebas.

"Sudah lama sekali tapi kok belum dieksekusi, padahal sudah divonis MA. Kenapa kasus ini kok berlarut-larut, ada masalah apa. Padahal sudah sekian lama belum ada kejelasan hukumnya," kata Dimas.

Ia mengatakan terdakwa yang tinggal tak jauh dari rumahnya saat ini sudah tidak pernah kelihatan lagi. Ia tidak mengetahui keberadaan Bayu.

Sementara itu, SF sudah membaik. Sebelumnya SF sempat mengalami trauma dan infeksi di kelamin.

Dimas juga menyatakan kekecewaannya karena tidak adanya kepedulian dari pemerintah setempat untuk membantunya.

Ia bersama istrinya berjuang menghadapi kasus ini dan menyembuhkan trauma yang dialami putrinya.

Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri, Dimas Kurniawan dan Yati Maryati mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kota Madiun. Mereka menuntut jaksa penuntut umum mengajukan kasasi menyusul putusan hakim yang memvonis bebas pencabul anaknya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun memvonis bebas terdakwa pencabulan anak TK, SF (5), Bayu Samodra Wijaya (21), Senin (10/4/2017) lalu. Vonis itu jauh dari tuntutan jaksa yakni tujuh tahun penjara.

"Kami sangat kecewa dengan keputusan hakim yang membebaskan terdakwa pencabul anak kami. Padahal semua fakta-fakta di persidangan sudah kuat semua," ujar Dimas, ayah korban di Kantor Kejari Madiun Kota, Kamis (13/4/2017).

Kompas TV Kak Seto menilai masyarakat kurang dilibatkan dalam pencegahan kekerasan pada anak.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Temukan Ribuan Pemilih Ganda di DPS Pilkada Demak

Bawaslu Temukan Ribuan Pemilih Ganda di DPS Pilkada Demak

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Coret Dinding dan Sobek Al Quran di Mushala Tangerang

Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Coret Dinding dan Sobek Al Quran di Mushala Tangerang

Regional
Driver Ojol Bawa Lari Tas Berisi Pistol Milik Polisi Korban Kecelakaan yang Terluka dan Tak Berdaya

Driver Ojol Bawa Lari Tas Berisi Pistol Milik Polisi Korban Kecelakaan yang Terluka dan Tak Berdaya

Regional
Acara Hiburan Pesta Pernikahan Dibubarkan oleh Polisi, Tuan Rumah Sempat Menolak

Acara Hiburan Pesta Pernikahan Dibubarkan oleh Polisi, Tuan Rumah Sempat Menolak

Regional
Terkait Dugaan Korupsi, Polisi Geledah Kantor Dinas PUPR Kalbar

Terkait Dugaan Korupsi, Polisi Geledah Kantor Dinas PUPR Kalbar

Regional
Pengiriman 301 Kilogram Ganja ke Bogor Terungkap, Begini Modus Pelaku

Pengiriman 301 Kilogram Ganja ke Bogor Terungkap, Begini Modus Pelaku

Regional
Wagub Kalbar Positif Covid-19: Kemungkinan Saya Terpapar di Lingkungan Kantor

Wagub Kalbar Positif Covid-19: Kemungkinan Saya Terpapar di Lingkungan Kantor

Regional
Dinilai Tak Sesuai Syariat Islam, Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Ditolak Warga

Dinilai Tak Sesuai Syariat Islam, Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Ditolak Warga

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, Ini Pertimbangannya

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, Ini Pertimbangannya

Regional
Tambah 16 Orang, Total 32 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Positif Covid-19

Tambah 16 Orang, Total 32 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Positif Covid-19

Regional
Alami Gejala Diare, Wagub Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Alami Gejala Diare, Wagub Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Regional
Bukannya Menolong Polisi yang Kecelakaan, Driver Ojol Malah Bawa Lari Tas Berisi Pistol

Bukannya Menolong Polisi yang Kecelakaan, Driver Ojol Malah Bawa Lari Tas Berisi Pistol

Regional
Uji Materi UU Minerba yang Diajukan Pemprov Babel Ditolak MK, Ini Alasannya

Uji Materi UU Minerba yang Diajukan Pemprov Babel Ditolak MK, Ini Alasannya

Regional
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Terinfeksi Virus Corona

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Terinfeksi Virus Corona

Regional
Gendong Jasad Bayinya, Maria Menangis Histeris, Suami dan Anak Kembar Tewas Tertimbun Longsor

Gendong Jasad Bayinya, Maria Menangis Histeris, Suami dan Anak Kembar Tewas Tertimbun Longsor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X