BERITA POPULER NUSANTARA: Kesaksian Korban KKB di Nduga Papua, hingga Nasib Penumpang KA Jakarta-Bandung

Kompas.com - 10/12/2018, 07:16 WIB
Salah satu korban selamat yang mendapat perawatan medis John Roy Purba/Istimewa Salah satu korban selamat yang mendapat perawatan medis

KOMPAS.com - Kesaksian Simon Tandi, korban selamat dari kejaran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga Papua, menjadi berita paling populer di hari Minggu (10/12/2018).

Selain itu, anjloknya kereta kerja di KM 154 +8/9 antara Stasiun Cilamek-Padalarang, menyebabkan perjalanan KA Argo Parahyangan terganggu. Perjalanan Jakarta- Bandung terpaksa ditempuh selama sembilan jam. 

Bencana banjir di Pulau Bangka sangat parah. Pemerintah daerah setempat menyatakan siaga satu banjir. Sejumlah lokasi lumpuh karena banjir menggenangi beberapa ruas jalan.


Berikut berita populer Nusantara secara lengkap:

1. Kereta MMT anjlok, KA Argo Parahyangan terlambat 9 jam

Suasana Stasiun Bandung, Sabtu (8/12/2018) malam. Pada hari ini, keberangkatan maupun kedatangan KA Argo Parahyangan dari dan menuju Jakarta mengalami ketrlambatan karena anjloknya kereta kerja (MTT) di Km 154 + 8/9 antara Stasiun Cilame-Padalarang.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Suasana Stasiun Bandung, Sabtu (8/12/2018) malam. Pada hari ini, keberangkatan maupun kedatangan KA Argo Parahyangan dari dan menuju Jakarta mengalami ketrlambatan karena anjloknya kereta kerja (MTT) di Km 154 + 8/9 antara Stasiun Cilame-Padalarang.

Kereta Jakarta-Bandung jadwal keberangkatan 11.30 WIB dari Stasiun Gambir, baru sampai pukul 20.35 WIB di Stasiun Bandung. Padahal normalnya, perjalanan Jakarta-Bandung sekitar 3 jam 20 menit.

Surya Anugrah, salah satu penumpang KA Argo Parahyangan mengatakan, baru kali ini merasakan perjalanan kereta Jakarta-Bandung,  sembilan jam. Padahal ia memilih kereta untuk menghindari macet.

"Mudah-mudahan hal seperti ini tidak terulang lagi," ujar Surya kepada Kompas.com, Sabtu (8/12/2018) malam.

Surya menjelaskan, selama perjalanan, kereta banyak berhenti karena menunggu persilangan kereta. Bahkan di beberapa stasiun, kereta berhenti lama, seperti di Stasiun Cikampek, Purwakarta, dan Plered.

Baca berita selengkapnya: Cerita Penumpang Kereta Jakarta-Bandung, Kehabisan Makanan hingga Turun di Jalan

2. Kesaksian Simon Tandi saat disandera KKB di Nduga

Aparat keamanan melakukan evakuasi terhadap jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Ndugadok Polda Papua Aparat keamanan melakukan evakuasi terhadap jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga

Masih kental di ingatan Simon Tandi saat berusaha menyelamatkan diri dari kejaran kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Bukit Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Simon yang merupakan warga Jahab, Tenggarong, bekerja di PT Istaka Karya di Nduga, Papua, menjelaskan alasan dirinya berusaha sekuat tenaga untuk bisa lolos dari KKB adalah keluarganya. Dirinya masih ingin membiayai kuliah anaknya.

“Saya sungguh menyaksikan mukjizat Tuhan, saya masih hidup saat ini. Ketika mereka membantai teman-teman saya, saya hampir menyusul mereka. Beruntung, melalui warga setempat, Tuhan menyelamatkan saya,” kata Simon.

Simon dan rekannya, Joni, dibantu warga setempat untuk lolos dari cengkereman komplotan KKB. mereka harus berjalan selama tiga hari di dalam hutan. Mereka memakan daun-daunan hutan dan pakis liar.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X