Gunung Ungaran, Novel Terakhir Karya Sastrawan NH Dini - Kompas.com

Gunung Ungaran, Novel Terakhir Karya Sastrawan NH Dini

Kompas.com - 05/12/2018, 14:38 WIB
Selagi daya ingat masih kuat, novelis Nh Dini bertekad terus menulis hingga akhir hayat. Karena itu, setiap tahun selalu ada novel baru yang ditulisnya. Saat merayakan ulang tahunnya yang ke-76 pada 29 Februari, misalnya, dia meluncurkan karya terbarunya. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Selagi daya ingat masih kuat, novelis Nh Dini bertekad terus menulis hingga akhir hayat. Karena itu, setiap tahun selalu ada novel baru yang ditulisnya. Saat merayakan ulang tahunnya yang ke-76 pada 29 Februari, misalnya, dia meluncurkan karya terbarunya.


SEMARANG, KOMPAS.com - Sastrawan NH Dini berpulang di usia 82 tahun. Sebelum tutup usia, sastrawan kawakan itu ternyata menerbitkan sebuah karya sastra.

Satu novel terbit di awal 2018 sebanyak 408 halaman. Judulnya, Gunung Ungaran. Novel diterbitkan Media Pressindo, Yogyakarta, pada Maret 2018.

Hal itu disampaikan Ketua Lesbumi Nahdhatul Ulama Jawa Tengah, Lukni Maulana. Lukni ingat betul novel itu karena ia datang saat peluncuran novel 'Gunung Ungaran'.

Baca juga: Sastrawan NH Dini Sempat Diperiksa MRI Sebelum Tutup Usia

Ia juga bertemu NH Dini dalam peluncuran novel tersebut pada Maret 2018.

Novel Gunung Ungaran adalah karya ke-15 dan karya terakhir perempuan 82 tahun itu. Novel itu lebih banyak berisi otobiografi dari sosok NH Dini.

"Beliau itu sosok yang mampu bercerita secara detail dan tangguh. Dunia mengakui karya beliau," ujar Lukni.

Dalam novel Gunung Ungaran, lanjut Lukni, sosok Dini digambarkan sebagai seniman yang memiliki kepekaan tajam dalam menguraikan apa yang terjadi di sekitar lingkungannya.

Karya yang diciptakan bukan sekadar tulisan simbolis, namun selalu berhubungan dengan alam dan ciptaaan Tuhan.

"Karya itu menjadi pesan tersendiri sebelum beliau akhirnya berpulang," ujar dia.

Gunung Ungaran merupakan gunung yang berada di Kabupaten Semarang. Gunung itu menjadi saksi bahwa sejak remaja, ia sudah mengenal Ungaran.

Meski malang melintang berpindah ke kota lain hingga luar negeri, NH Dini pada akhrinya di memilih tinggal di kaki Gunung Ungaran.

Ia tinggal di Wisma Lansia Harapan Asri Banyumanik.

"Wong urip iku mung mampir ngombe (orang itu ibarat hanya singgah untuk minum). Semua di dunia ini tidak ada yang abadi," tulis Dini, dalam novel itu.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan yang Mengakibatkan Sastrawan NH Dini Tutup Usia

Seperti diberitakan, sastrawan kawakan NH Dini (82) berpulang, Selasa (4/12/2018) kemarin. Perempuan 82 tahun itu meninggal dunia tak lama setelah mengalami insiden kecelakaan di Tol Semarang.

Korban sempat dibawa ke Intalasi Gawat Darurat di RS Elisabeth Semarang dan dilakukan pemeriksaan di sana. Namun, nyawanya tidak lagi tertolong.

Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Kota Semarang.



Close Ads X