Longsor di Purwakarta, 2 Warga Tewas, 2 Lainnya Hilang

Kompas.com - 28/11/2018, 10:13 WIB
Ilustrasi longsor. KOMPAS.com/Yatimul AinunIlustrasi longsor.

BANDUNG, KOMPAS.com - Dua orang meninggal dan dua orang dinyatakan hilang dalam bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Salam Jaya, Kecamatan Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta, Selasa (27/11/2018) pukul 20.00 WIB.

"Dua orang meninggal dan dua orang dinyatakan hilang," kata Pusdalops PB BPBD Jabar, melalui pesan singkatnya, Rabu (28/11/2018) pagi.

Baca juga: Waspada Longsor Susulan di Perbukitan Menoreh, BPBD Imbau Warga Waspada

Selain itu, bencana tanah longsor juga menyebabkan lima orang warga mengalami luka berat dan tiga unit rumah terdampak.

Peristiwa itu disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Purwakarta sejak siang sampai sore. "Ini diakibatkan curah hujan," ujar Pusdalops.

Pusdalops PB BPBD Jabar kemudian berkoordinasi dengan BPBD setempat dan melakukan pendampingan ke lokasi kejadian.

Baca juga: Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di 8 Kecamatan di Kota Bandung

"Untuk korban luka sudah mendapatkan pertolongan pertama. Korban luka sudah dirujuk ke RSUD Bayu Asih," ujar Pusdalops.

Saat ini, tim SAR gabungan tengah melakukan pembersihan material longsor dan pencarian korban hilang. "Pencarian korban hilang dilanjutkan pukul 07.00 WIB ini," kata Pusdalops.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Regional
Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

Regional
Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Regional
Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X