Banjir Parah di Kabupaten Pangandaran, Pengungsi Capai 4.000 Jiwa

Kompas.com - 14/11/2018, 22:19 WIB
Sejumlah Taruna Siaga Bencana (Tagana) berjalan di sekitar jalan yang ambles saat membawa bantuan untuk korban longsor dan pergerakan tanah di Desa Kalijati, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (8/10). Jalan altrenatif yang menghubungkan Desa Kalijati Kabupaten Pangadaran dengan Banjarsari Kabupaten Ciamis itu hampir terputus dan untuk sementara tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/kye/17 ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMISejumlah Taruna Siaga Bencana (Tagana) berjalan di sekitar jalan yang ambles saat membawa bantuan untuk korban longsor dan pergerakan tanah di Desa Kalijati, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (8/10). Jalan altrenatif yang menghubungkan Desa Kalijati Kabupaten Pangadaran dengan Banjarsari Kabupaten Ciamis itu hampir terputus dan untuk sementara tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/kye/17

BANDUNG, KOMPAS.com - Memasuki musim penghujan ini, masyarakat diimbau untuk waspada banjir, longsor dan bencana lainnya. Bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor.

Di Kabupaten Pangandaran sendiri, banjir dan longsor terjadi di beberapa kecamatan, yakni Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, Cijulang, dan Parigi. Bahkan banjir terjadi sejak Senin (12/11/2018).

Adapun tinggi air beragam, namun rata-rata setinggi 10 hingga 80 centimeter.

Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pangandaran, Nana Ruhena mengatakan, banjir sebelumnya sudah surut, namun lantaran hujan kembali mengguyur Pangandaran, air kadang kembali bertambah dan merendam permukiman.

Saat ini saja beberapa desa masih terendam banjir, seperti di Desa Pananjung dan Babakan.

"Yang terparah di dua desa ini, yakni di Desa Pananjung dan Desa Babakan," katanya yang dihubungi Kompas.com, Rabu (14/11/2018).

Baca juga: Di Jawa Barat, 83 Bencana Banjir dan Longsor Terjadi Selama November

Menurutnya, banjir tersebut disebabkan oleh air pasang laut dan luapan Sungai Cikidang.

"Penyebab banjir itu karena air dari atas besar dan air laut pasang, menyebabkan sungai Cikidang meluap dan merendam desa tersebut," ujarnya.

Akibatnya, ribuan warga memutuskan untuk mengungsi di tempat pengungsian yang telah disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran.

"Rumah yang terendam itu banyak, pengungsi saja sekitar 4.000 jiwa lebih ada," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.