6 Cerita Peserta Seleksi CPNS 2018, Menangis Tak Lolos hingga Melahirkan Usai Ikuti Tes

Kompas.com - 14/11/2018, 07:33 WIB
Sejumlah peserta tes SKD menunggu giliran memasuki ruangan tes, di Gedung Siti Khadijah, Yogyakarta. Kompas.com/Luthfia Ayu AzanellaSejumlah peserta tes SKD menunggu giliran memasuki ruangan tes, di Gedung Siti Khadijah, Yogyakarta.

 

KOMPAS.com - Kisah unik terjadi saat pelaksanaan tes CPNS di sejumlah daerah. Salah satunya Yunita Chairani, peserta asal Medan, yang melahirkan usai mengikuti tes.

Selain itu, panitia menemukan jimat yang dibawa peserta saat mengikuti tes CPNS. Sesuai peraturan, panitia pun terpaksa menyita jimat tersebut.

Berikut ini sejumlah peristiwa unik selama penyelenggaraan tes CPNS di sejumlah daerah.

1. Melahirkan usai mengikuti tes CPNS

Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Surabaya di Gelanggang Remaja, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/10/2018). Sebanyak 3.425 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2018 yang ujiannya dilakukan secara bertahap. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.
Didik Suhartono Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Surabaya di Gelanggang Remaja, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/10/2018). Sebanyak 3.425 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2018 yang ujiannya dilakukan secara bertahap. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.

Usai mengerjakan tes CPNS, Yunita Chairani segera menjalani pemeriksaan oleh tim medis. Pasalnya, Yunita tengah hamil tua dan sedang menunggu kelahiran bayinya.

Setelah diperiksa, Yunita dilarikan ke rumah sakit Zainab Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tim medis panitia seleksi, tim medis merujuk agar peserta tersebut segera dibawa ke rumah sakit terdekat," kata Ridwan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (2/11/2018).

Tak berselang lama, panitia mendapat kabar Yunita telah melahirkan secara normal. Baik Yunita dan bayinya yang lahir dengan berat 3 kilogram, dalam kondisi sehat.

Seperti diketahu, Yunita adalah warga Medan yang mengikuti tes CPNS di Riau dengan mengambil formasi guru matematika.

Baca Juga: Peserta Seleksi CPNS 2018 Melahirkan Seusai Ujian

2. Kontraksi saat tes SKD berlangsung

Seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Jombang Tahun 2018, digelar di Simpang Lima Gumul (SLG) Convention Hall Kediri 1-3 Nopember 2018. (Dokumentasi Dinas Kominfo Kabupaten Jombang)
KOMPAS.com/Moh. Syafii Seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Jombang Tahun 2018, digelar di Simpang Lima Gumul (SLG) Convention Hall Kediri 1-3 Nopember 2018. (Dokumentasi Dinas Kominfo Kabupaten Jombang)

Selain Yunita, salah satu peserta tes CPNS di Indramayu bernama Cahyani Susilo Utami mengalami kontraksi saat tes berlangsung.

Berdasar informasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebelum kontraksi terjadi, Cahyani sempat mengerjakan tes selama 60 menit, Sabtu (10/11/2018) di Cirebon.

Tim medis segera merawat Cahyani meski waktu tes tersisa 30 menit. Namun demikian, Cahyani berhasil memenuhi nilai ambang batas (passing grade) yang telah ditentukan pemerintah.

Baca Juga: Peserta CPNS Kontraksi Saat Tes SKD Berlangsung

3. Sepasang pengantin tinggalkan resepsi untuk ikuti tes

Stephanie salah satu peserta datang ke lokasi seleksi di gedung bersama kantor Pemkot Batam, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengenakan baju pengantin, Sabtu (10/11/2018) pagi kemarin.DOK BKD PEMKOT BATAM Stephanie salah satu peserta datang ke lokasi seleksi di gedung bersama kantor Pemkot Batam, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengenakan baju pengantin, Sabtu (10/11/2018) pagi kemarin.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menyampaikan, dari data yang masuk ke BKN hingga hari ini, Senin (5/11/2018), tercatat ada dua peserta yang rela meninggalkan sejenak resepsi pernikahannya demi mengikuti pelaksanaan SKD di Riau.

Ridwan mengatakan, kedua peserta tersebut tidak mengikuti proses resepsi usai melakukan ijab.

Kedua pasangan pengantin tersebut meninggalkan sejenak para tamu di tempat resepsi untuk mengikuti tes SKD.

"Iya (setelah ijab) langsung kabur ke SKD," kata Ridwan saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (5/11/2018).

Dari hasil penelusuran Kompas.com, si pengantin pria bernama Izan Akramuzi. Izan diketahui mengikuti tes di UPT Penkom BKD Provinsi Riau pada hari Sabtu (3/11/2018).

Sementara itu, nama pengantin wanita masih belum terlacak. Namun, berdasar informasi dari akun Twitter @BKNgoid, seorang perempuan yang menjadi peserta tes CPNS di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, terlihat bekas make up dan hiasan di kedua tangannya.

Baca Juga: Resepsi Pernikahan Ditinggalkan demi Mengikuti Tes CPNS

4. Jimat milik peserta tes CPNS disita petugas

Anggota Satpol PP  menemukan jimat milik peserta tes cpns Kabupaten Madiun berupa rambut yang dibungkus dalam kertas. KOMPAS.com/Dokumentasi Pemkab Madiun Anggota Satpol PP menemukan jimat milik peserta tes cpns Kabupaten Madiun berupa rambut yang dibungkus dalam kertas.

Petugas kembali menyita benda yang diduga jimat milik peserta tes CPNS di sejumlah daerah.

Jimat yang pertama ditemukan adalah milik salah satu peserta di tempat tes di Hotel Labersa, Pekanbaru.

Jimat tersebut ditulis pada kertas putih bergaris menggunakan tinta hitam.

Hal ini diinformasikan oleh Badan Kepegawaian Negara ( BKN) selaku bagian dari panitia seleksi nasional CPNS 2018 melalui akun resmi Twitter-nya, @BKNgoid, Rabu (7/11/2018).

Sementara itu, pada hari Minggu (4/11/2018), petugas di Jember juga menyita sebuah jimat milik peserta.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan, membenarkan penyitaan tersebut. Menurut dia, peserta yang membawa jimat di Madiun tersebut mempunyai alasan khusus, seperti dapat mengerjakan soal dengan lancar.

"Believe in yourself, be yourself, focus, no distraction," kata Ridwan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/11/2018).

Baca Juga: Selain di Madiun, Panitia Seleksi CPNS Temukan Jimat di Dua Lokasi Ini

5. Hanya 175 dari 5.700 peserta tes CPNS di Wonogiri yang lolos

Di hari terakhir pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)  penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Buton Selatan hanya meloloskan  42 orang peserta. Padahal yang mendaftar CPNS di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, sebanyak 4.416 orang. DEFRIATNO NEKE / KOMPAS.com Di hari terakhir pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Buton Selatan hanya meloloskan 42 orang peserta. Padahal yang mendaftar CPNS di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, sebanyak 4.416 orang.

Hasil tes CPNS 2018 untuk Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, cukup mengejutkan. Dari 5.700 peserta yang dinyatakan lolos administrasi, hanya sebanyak 175 orang yang dinyatakan memenuhi nilai ambang batas tes SKD.

"Jumlah yang lolos seleksi administrasi 5.700, jumlah yang ikut seleksi SKD 5.533. Jumlah yang lolos passing grade 175," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri Lakso Haryoto kepada Kompas.com, Selasa (13/11/2018).

Padahal, dalam rekrutmen CPNS tahun ini, BKD Wonogiri membuka 430 formasi yang terdiri dari 251 formasi tenaga guru, 147 formasi tenaga kesehatan, 12 formasi tenaga teknis, dan 20 formasi eks tenaga honorer kategori II (tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan).

Baca Juga: Dari 5.700 Peserta Tes CPNS Pemkab Wonogiri, Hanya 175 yang Lolos "Passing Grade"

6. Kurang dua poin, Rosyidi menangis

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin (kiri) dalam konferensi pers di Restoran Pandor, Jakarta, Selasa (13/11/2018).DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin (kiri) dalam konferensi pers di Restoran Pandor, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Rosyidi, hanya bisa menangis meraung-raung ketika mengetahui skornya hanya selisih dua poin dari standar lolos tes CPNS, Kamis (8/11/2018).

Usai keluar dari Grand Imperial Ballroom di Mataram, Kamis (8/11/2018), peserta tes asal NTB itu mencurahkan isi hatinya.

"Saya hanya kurang dinilai tes karakteristik pribadi dengan nilai 141, sementara passing grade-nya 143. Sedangkan untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) minimal 75, saya mendapat nilai 120 dan tes intelegensi umum (TIU) berhasil dapat 105 dari target nilai tertinggi 80," katanya.

Rosyidi diketahui melamar untuk formasi perawat terampil.

Baca Juga: Kurang 2 Poin, Peserta Tes CPNS Menangis dan Harap "Passing Grade" Diturunkan

Sumber: KOMPAS.com (Caroline Damanik, Mela Arnani)

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X