Kompas.com - 11/11/2018, 09:41 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur Kabupaten Bandung ternyata tidak hanya menyebabkan banjir di empat kecamatan, namun juga menyebabkan bencana tanah longsor di beberapa titik lokasi.

Salah satunya di wilayah Gunung Bubut, Banjarsari, Kabupaten Bandung. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Sudrajat mengatakan bahwa peristiwa longsor ini telah merusak sejumlah rumah dibawahnya.

"Kejadian longsor di kampung Gunung Bubut, Desa Bandarsari Kecamatan Cangkuang, merusakan 16 rumah sementara diungsikan di Aula pesantren yang berdekatan disana," katanya, Minggu (9/11/2018).

Baca juga: Fenomena Mabuk Murah Meriah, dari Losion Antinyamuk hingga Pembalut Wanita

Peristiwa serupa pun terjadi di wilayah Kecamatan Anjar Mekar, Kecamatan Anjarsari, Kabupaten Bandung. Longsor terjadi menimpa 1 rumah di daerah tersebut.

Begitupun dengan longsor di Desa Mangunharja Kecamatan Ciparayu, material longsoran merusak sejumlah rumah.

"Itu rumah juga jebol karena longsor di desa mangunharja Kecamatan Ciparay Pukul 24.00 kemarin. Yang terdampaknya15 jiwa 7 kepala keluarga," katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah rumah mengalami kerusakan.

"Tidak ada korban jiwa hanya kerusakan rumah tertimpa," katanya.

Baca juga: Cerita Pilu Sahluki Lihat Putrinya Tersambar Kereta Saat Tonton Surabaya Membara

 

Tidak hanya peristiwa longsor, pada Kamis (8/11/2018), pun sempat terjadi pohon tumbang menimpa sebuah rumah di daerah Cimenyan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, rumah warga mengalami kerusakan.

Pihak BPBD Kabupaten Bandung membantu melakukan evakuasi hingga pemotongan pohon yang menimpa rumah tersebut.

Peristiwa lainnya, intensitas hujan tinggi di Kabupaten Bandung juga membuat aliran sungai yang cukup deras dan meluap. Akibatnya, sejumlah rumah di sekitar sungai.

Peristiwa ini terjadi di Kampung Cibotor, Mangungharja Kecamatan Ciparay, hujan menyebabkan aliran sungai meluap dan merusak tiga rumah.

"Tiga rumah jebol, seluruh isi rumah terkena aliran sungai menyebabkan peralatan rumah tangga dan pakaian tidak bisa dipergunakan lagi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.