Massa Unjuk Rasa di Balai Kota Bogor Tuntut Penerbitan Perda Anti-LGBT

Kompas.com - 09/11/2018, 15:54 WIB
Sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa penolakan LGBT (Lesbian Gay Biseks Transgender) di halaman Balai Kota Bogor, Jumat (9/11/2018). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahSejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa penolakan LGBT (Lesbian Gay Biseks Transgender) di halaman Balai Kota Bogor, Jumat (9/11/2018).

BOGOR, KOMPAS.com - Massa dari sejumlah organisasi masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Balai Kota Bogor menolak komunitas lesbian, gay, biseks dan transgender (LGBT), Jumat (9/11/2018).

Di bawah guyuran hujan, massa terus berorasi sambil membentangkan bendera dan spanduk bertuliskan kata-kata penolakan LGBT.

Sebelum tiba di Balai Kota Bogor, massa sempat melakukan long march dari Masjid Amalliyah, Ciawi.

Ketua Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT, Abdul Halim mengatakan, aksi ini diadakan sebagai respons maraknya LGBT di Bogor.

"Kegiatan ini untuk mengingatkan semua pihak akan bahaya LGBT. Selain itu, aksi yang kita laksanakan ini sebagai wujud keprihatinan kita akan bahaya LGBT sesuai dengan hasil temuan Komisi Penanggulangan AIDS bahwa penularan AIDS tertinggi di Kota Bogor itu karena LGBT,” ujar Abdul.

Baca juga: Video Acara Dugaan LGBT di Mal Magelang Viral, Ini Faktanya

Abdul menuturkan, target aksi damai ini adalah lahirnya aturan pelarangan LGBT di Bogor.

"Kita minta pemerintah agar mengeluarkan semacam SK atau Perda Anti LGBT, yang dengan payung hukum tersebut harapannya bisa melarang secara tegas kegiatan LGBT di Bogor,” sebutnya.

Baca juga: Polda Sulsel Selidiki Grup LGBT Makassar di Media Sosial



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Regional
Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Regional
Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Regional
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Regional
Video 'Hancurkan Risma' Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat 'Most Engaging' Pemprov

Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat "Most Engaging" Pemprov

Regional
Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Regional
Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Regional
Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Regional
Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Regional
Terdesak Utang, Penjaga Kelenteng Curi Minyak Goreng dan Kotak Angpao

Terdesak Utang, Penjaga Kelenteng Curi Minyak Goreng dan Kotak Angpao

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X