Kawanan Gajah Liar Turun di 5 Lokasi Pemukiman di Aceh Secara Bersamaan

Kompas.com - 07/11/2018, 06:33 WIB
Ilustrasi seekor gajah. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi seekor gajah.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Kawanan gajah liar turun dan masuk ke lima titik pemukiman warga yang tersebar di empat Kabupaten di Provinsi Aceh. Kawanan gajah liar merusak lahan pertanian dan fasilitas warga.

Sejumlah anak juga dilaporkan pingsan karena terkejut melihat kawanan gajah yang datang. Belum dilaporkan adanya korban jiwa.

“Hari ini secara bersamaan ada lima titik lokasi turun gajah, di antaranya di Leupu, Sakti Kabupaten Pidie, Kecamatan Panga Aceh Jaya, Panca Kabupaten Aceh Besar dan SP 6 di Kabupaten Aceh Timur, tim kita dilapangan tetap melakukan pemantauan karena keterbatasan personil,” jelas Sapto Aji, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Aceh kepada Kompas.com , Selasa (06/11/2018).

Baca juga: Suka Duka Jeje, Keeper di Bandung Zoo, saat Harus Memotong Kuku Gajah...

Untuk penangan sementara konflik gajah yang tersebar di lima titik itu, petugas melakukan penggiringan secara manual dengan menggunakan mercon.

Namun jika tidak berhasil penggiringan akan dilakukan dengan menggunakan gajah jinak yang berada di CRU yang terdekat dengan lokasi konflik gajah itu.

“Kita usahakan manual dulu, karena biaya pengusiran menggunakan gajah jinak sangat besar,” ujarnya.

Untuk melakukan penanganan kawanan gajah liar yang masih bertahan di pemukiman penduduk Desa Leupu, Kecamatan Geupang, Kabupaten Pidie, Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Aceh telah mengirimkan tim ke lokasi melakukan penggiringan gajah dengan menggunakan mercon api.

Baca juga: Gajah Bertahan di Permukiman, Anak-anak Diliburkan Sekolah dan Mengaji

“Sejak kemarin kita sudah kirimkan tim ke lokasi dan menyerahkan mercon api kepada Kepala Desa untuk digunakan sebagai alat manual pengusir gajah yang masih bertahan di kampung,” lanjut Sapto Aji.

Bedasarkan laporan dari petugas BKSDA resort Pidie dan CRU Mila, kata Sapto, kawanan gajah yang turun ke pemukiman warga Desa Leupu sejak Sabtu malam lalu telah merusak sebagian tanaman dan fasilitas warga.

Bahkan sejumlah anak sempat pingsan karena terkejut saat melihat kawanan gajah liar dari jarak yang sangat dekat.

“Tim sudah turun ke lokasi, memang ada sebagian fasilitas warga telah dirusak, kemudian tim kembali untuk memperluat personil dan dijadwalkan besok akan kembali ke lokasi untuk melakukan penggiringan dengan cara manual menggunakan petasan,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X