PKL Cicadas: Zaman Dada Rosada dan Ridwan Kamil, Kami Dibiarkan...

Kompas.com - 23/10/2018, 17:24 WIB
Kondisi PKL di Cicadas, Kota Bandung. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.Kondisi PKL di Cicadas, Kota Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Masalah Pedagang Kaki Lima (PKL) di daerah Cicadas, Kota Bandung, tidak pernah selesai sejak masa kepemimpinan Wali Kota Bandung Dada Rosada hingga Ridwan Kamil.

Dengan kata lain, sudah 15 tahun daerah tersebut kumuh oleh tenda-tenda terpal compang-camping yang menutupi ratusan pedagang di sepanjang trotoar Jalan Ahmad Yani.

Suherman, pelaku sejarah sekaligus Ketua Persatuan Pedagang Kaki Lima Cicadas Bandung mengatakan, sebelum Dada Rosada dan Ridwan Kamil memimpin Kota Bandung, tepatnya di masa jabatan Aa Tarmana, PKL Cicadas sempat tertata rapi.

“Tahun 2002 zaman Pak Aa Tarmana di sini sudah rapi dan bagus. Luas lapak diseragamkan, panjang 1,5 meter dan lebar 1 meter,“ kata pria yang akrab disapa Eman ini saat ditemui di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa (23/10/2018).


Lebih lanjut Eman menambahkan, saat kepemimpinan Wali Kota Dada Rosada selama dua periode, terbitlah peraturan tentang zona merah larangan PKL. Jalan Ahmad Yani yang membelah daerah Cicadas masuk salah satu zona merah PKL.

“Waktu zaman Pak Dada Rosada kemudian baru ada penzonaan (zonasi). Jadi sebenarnya lebih muda zona merah daripada keberadaan kami. Waktu pembuatan zona merah pun kami PKL tidak diajak bicara," katanya.

Baca juga: Belum Bisa Relokasi, Pemkot Bandung Segera Tata PKL Cicadas

Meski telah masuk zona merah, Eman mengatakan PKL di Cicadas tetap bertahan dan dibiarkan berdagang hingga saat ini.

“Kemudian ada pembiaran di zaman Pak Dada Rosada karena tidak ada pembinaan kepada para PKL. Karena ada pembiaran, lapak-lapak jadi membesar dan bertambah kumuh,” ungkapnya.

Pembiaran terhadap PKL terus terjadi hingga masa kepemimpinan Ridwan Kamil- Oded M Danial lima tahun ke belakang. Menurut Eman, Pemerintah Kota Bandung saat itu sempat beraudiensi dengan perwakilan PKL Cicadas. Bahkan, sempat didengungkan rencana relokasi ke beberapa tempat yang masih dekat dengan daerah Cicadas, yakni di eks Matahari Jalan Ibrahim Adjie dan Eks Superbazar yang saat ini menjadi Pasar Cicadas.

“Zaman Pak Emil cuma janji saja. Waktu datang ke sini mau dibuat kanopi, tapi sampai masa jabatan berakhir enggak ada realisasinya,” tuturnya.

Eman menaruh harapan besar di masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung baru yang dijabat oleh Oded M Danial dan Yana Mulyana. Dia memastikan, 602 PKL Cicadas yang terdata saat ini siap ditata dan dibina oleh Pemerintah Kota Bandung.

“Kalau kami menginginkan dan memohon bahwa PKL Cicadas untuk ditata dan dibina, dan perlu pengawasan. Karena kalau cuma ditata saja terus ada pembiaran, akan kumuh kembali,” bebernya.

Baca juga: Oded-Yana Janji Bereskan Masalah PKL Cicadas dan Cikutra Bandung

Bahkan, Eman juga memastikan PKL Cicadas siap untuk direlokasi. Asalkan, kata dia, lokasi relokasi tidak jauh dari area Cicadas.

“Kalaupun relokasi, yang disepakati antara pemerintah dengan pedagang. Kalau keluar dari Kecamatan Cibeunying Kidul kami menolak. Karena sudah pernah kami rasakan dan sudah pernah kami lakukan itu. Nyatanya tidak pernah sukses,” tandasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Regional
Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Regional
Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Regional
Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Regional
Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Regional
Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Regional
Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Regional
Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Regional
“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Regional
Gara-gara 'TeLe ApIK' Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Gara-gara "TeLe ApIK" Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Regional
7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

Regional
Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Regional
Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Regional
Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Regional
Harimau Muncul di Kebun Sawit Resahkan Warga

Harimau Muncul di Kebun Sawit Resahkan Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X