Sabut Kelapa Asal Halmahera Didorong Masuk ke Perusahaan Jok Mobil

Kompas.com - 23/10/2018, 17:00 WIB
Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih didamping Bupati Halmahera Barat Danny Missy usai membuka bimbingan tehnis produksi dan bantuan mesin peralatan bagi IKM Pengolah kelapa, Senin (22/10/2018) YAMIN ABD HASAN/KOMPAS.comDirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih didamping Bupati Halmahera Barat Danny Missy usai membuka bimbingan tehnis produksi dan bantuan mesin peralatan bagi IKM Pengolah kelapa, Senin (22/10/2018)

TERNATE,KOMPAS.com-Kementerian Perindustrian RI akan mendorong sabut kelapa asal Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara masuk di industri sebagai bahan baku pembuatan jok mobil.

Besarnya potensi produksi sabut kelapa di Halmahera Barat yang mencapai 32.671 hektar dengan produksi buah kelapa sebesar 35.259 ton menjadikan ini sebagai alasan Kemenperin melirik Industri Kecil Menengah (IKM) kelapa terpadu di Halmahera Barat.

“Seperti salah satu usaha jok mobil yang ada di Bekasi, ternyata jok mobil Mercedes Benz berasal dari sabut kelapa. Nah ini yang akan kami dorong bagaimana sabut kelapa dari Halmahera Barat ini masuk ke perusahaan,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih saat membuka acara bimbingan teknis produksi dan bantuan mesin peralatan untuk para IKM pengolah kelapa di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Senin (22/10/2018).

Selain jok mobil, sabut kelapa juga sangat baik dipakai sebagai peredam suara.

“Bayangkan kalau semuanya pakai sabut kelapa dari Halmahera Barat udah top banget,” katanya.

Baca juga: Moratorium Kebun Kelapa Sawit, Izin di 2,3 Juta Hektar Lahan Dievaluasi

Untuk mewujudkan hal itu, Kemenperin akan kerjasama dengan pemerintah daerah.

“Kami nanti lakukan bimbingan teknis dan peralatan juga kami bantu, hanya itu kan butuh suplai besar makanya nanti kami kerja sama dengan industri besar,” kata Gati lagi.

Menurut Gati, Kementerian Perindustrian saat ini tengah fokus melaksanakan program hilirisasi industri berbasis sumber daya alam (SDA) guna memperkaya daya saing dan struktur industri nasional sekaligus menumbuhkan populasi industri.

“Kegiatan bimbingan teknis untuk para IKM pengolah kelapa yang dilaksanakan Kemenperin melalui Ditjen IKM ini sebagai wujud kepedulian pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah kelapa,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Halmahera Barat Danny Missy menyambut dengan sangat baik sekaligus sebagai tantangan bagi IKM pengolah kelapa yang ada di Halmahera Barat.

Danny Missy mengatakan, Halmahera Barat memiliki potensi 31 ribu hektar kelapa dan selama ini yang diolah baru sebatas isinya yang dijadikan sebagai kopra.

“Sementara yang lainnya seperti sabut, tempurung, air, dan sebagainya dibuang percuma,” kata Danny Missy.

Untuk itu, Pemkab Halmahera Barat sangat menyambut baik niat Kemenperin dalam meningkatkan produksi kelapa yang ada di Halmahera Barat.

“Semuanya tujuan semata-mata bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Danny lagi. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X