Ma’ruf Amin: Saya Ini Belum Begitu Tua Jika Dibanding Mahathir Mohamad

Kompas.com - 18/10/2018, 19:14 WIB
Cawapres pasangan nomor urut satu KH Maruf Amin (tengah), saat menghadiri acara seminar di Universitas Islam Darul Ulum, Lamongan, Kamis (18/10/2018). KOMPAS.com / HamzahCawapres pasangan nomor urut satu KH Maruf Amin (tengah), saat menghadiri acara seminar di Universitas Islam Darul Ulum, Lamongan, Kamis (18/10/2018).

LAMONGAN, KOMPAS.com – Calon wakil presiden ( cawapres) nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, membela diri ketika disebut sebagai kiai yang sudah tua tapi masih mau maju sebagai cawapres dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

“Tadi disinggung, kiai Ma’ruf ini cawapres tua, saya bilang, siapa yang bilang saya muda? Semua orang juga sudah tahu jika saya sudah tua, tapi Pak Jokowi suka memilih saya, berarti Pak Jokowi suka orang tua,” ujar Ma’ruf di hadapan para undangan dalam acara seminar di Universitas Islam Darul Ulum (Unisda), Lamongan, Kamis (18/10/2018).

Ma’ruf lantas membandingkan perbedaan usia dirinya dengan Mahathir Mohamad, yang baru-baru ini memenangi Pemilihan Umum di Malaysia dan sudah ditetapkan sebagai Perdana Menteri Malaysia ketujuh.

“Tapi ada juga yang bilang, bahwa saya ini belum terlalu tua, jika dibanding Mahathir Mohamad. Waktu saya ke Kuala Lumpur, saya sempat berdiri di samping Pak Mahathir, saya sempat bilang benar saya ini belum begitu tua. Kalau Pak Mahathir sudah 93 (tahun), saya masih 57, tapi 57 terbalik ya (75),” lanjut dia.

Baca juga: Respons Maruf Amin Saat Ditanya, Kiai Sudah Tua, Kenapa Masih Maju Cawapres?

Hal yang sama juga diutarakan oleh Ma’ruf, saat menanggapi beberapa komentar dan pendapat mengenai dirinya yang masih berkenan maju sebagai cawapres, meskipun usianya saat ini sudah tidak lagi muda.

“Kiai sudah tua kok mau-maunya jadi wakil presiden? Saya bilang, saya terinspirasi cerita dalam Qira’atul Rasyidah bahwa ada orang tua yang menanam pohon. Ketika orang tua ini ditanya kenapa kok menanam pohon? Sebab tidak mungkin akan mengenyam hasilnya, pasti mati dulu sebelum pohon itu berbuah. Kata orang tua itu, saya menanam pohon ini hasilnya bukan untuk saya, tapi untuk generasi sesudah saya,” beber Ma’ruf.

Atas dasar cerita itu, Ma’ruf mengaku terinspirasi untuk menjadikan sepenggal kisah yang ada dalam buku tersebut sebagai motivasi dirinya dalam maju dan mencalonkan diri sebagai cawapres pendamping Presiden Jokowi.

“Karena itu, saya pun begitu. Walaupun saya sudah tua, saya akan membantu Pak Jokowi membuat bangsa ini agar lebih sejahtera, lebih maju. Bukan untuk diri saya, bahkan bukan untuk Pak Jokowi, tapi untuk generasi Indonesia yang akan datang,” pungkasnya.

Kompas TV Benarkah Pilpres 2019 menjadi bobot terberat Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto?


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X