Pengakuan Ibu yang Lempar Bayinya dari Lantai 3 di Magelang - Kompas.com

Pengakuan Ibu yang Lempar Bayinya dari Lantai 3 di Magelang

Kompas.com - 12/10/2018, 12:53 WIB
Ilustrasi bayi baru lahirPixelistanbul Ilustrasi bayi baru lahir

MAGELANG, KOMPAS.com - Kepolisian resor (Polres) Magelang Kota masih memroses hukum N (24), wanita yang tega membuang bayinya dari lantai 3 sebuah gedung pusat perbelanjaan di kawasan Alun-alun Kota Magelang.

Kepala Satuan Reskrim Polres Magelang Kota AKP Rinto Sutopo menuturkan, N ditetapkan sebagai tersangka tunggal dan sudah ditahan di mapolres setempat sejak 5 Oktober 2018.

N, kata Rinto, mengaku nekat melempar bayi yang baru saja dilahirkannya itu karena panik persalinannya diketahui teman-temannya. N melahirkan di toilet lantai 3 gedung tempat ia bekerja.

"N masih bekerja di situ, tiba-tiba ia merasa sakit perut ingin melahirkan. Ia naik ke lantai 3, masuk ke toilet dan melahirkan normal sendirian, juga tanpa obat-obatan tertentu," jelas Rinto, Jumat (12/10/2018).


Baca juga: Keluarga Akan Asuh Bayi yang Dilempar Ibunya dari Lantai 3

"Tapi ia panik karena di luar ada teman-temannya. Spontan ia melihat celah jendela lalu melempar bayinya. Ia tidak mau kehamilannya diketahui teman-temannya," lanjut Rinto.

Informasi yang diterima Rinto, N telah lama 'pisah ranjang' dengan suami sahnya. Sedangkan bayi yang dilahirkan, adalah hasil hubungan gelapnya dengan pria lain.

Saat ini N juga tengah menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa oleh tim psikiater RSJ Prof Dr Soerojo Kota Magelang.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses hukum selanjutnya.

"Pemeriksaan kejiwaan itu nanti untuk mengetahui apakah tersangka bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya atau tidak. Saat ini masih diobservasi oleh tim di RSJ Prof Dr Soerojo," ucap Rinto.

Baca juga: Bayi yang Dilempar Ibunya dari Gedung Lantai 3 Alami Luka Memar

Sementara itu, sejauh ini kondisi bayi masih dalam pemantauan tim dokter RS Harapan Kota Magelang.

Secara umum, kesehatan bayi perempuan itu semakin membaik, bobotnya bertambah, dan sudah bisa minum air susu ibunya sendiri.

"Walaupun dalam tahanan, ibunya tetap memerah ASI, yang kemudian kami antar ke rumah sakit supaya diminum bayinya," ucap Rinto.

Menurut Rinto, N mengaku menyesal telah berbuat nekat tanpa berpikir panjang. Kendati demikian sejauh ini N belum mengutarakan keinginan untuk bertemu dengan buah hatinya itu.

Tim Dokter Forensik Polri Cabang Semarang, Jawa Tengah, juga telah memeriksa DNA N dan sang bayi.

Hasil tes ini untuk menguatkan bahwa bayi itu adalah benar-benar anak kandung N, yang akan diketahui sekitar sepekan ke depan.

Sebelumnya diberitakan, N (24) seorang sales promotion girl (SPG) kedapatan warga melempar bayinya dari lantai 3 gedung sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Alun-alun Kota Magelang, Selasa (2/10/2018).

Peristiwa itu sontak mengejutkan warga sekitarnya. Beruntung, bayi yang masih terdapat plasentanya itu masih hidup ketika ditolong warga.

Polisi telah meminta keterangan 6 orang saksi, terdiri dari keluarga, karyawan pusat perbelanjaan dan warga yang menemukan di lokasi kejadian. 



Close Ads X