ITB Kirim Ahli ke Palu untuk Lakukan Sejumlah Penelitian Bencana - Kompas.com

ITB Kirim Ahli ke Palu untuk Lakukan Sejumlah Penelitian Bencana

Kompas.com - 12/10/2018, 11:18 WIB
Tim dari ITB, Pusgen, LIPI, dan KemenPUPR tiba di Palu, Selasa (9/10/2018) untuk melakukan penelitian bencana.Humas ITB/ Adi Permana Tim dari ITB, Pusgen, LIPI, dan KemenPUPR tiba di Palu, Selasa (9/10/2018) untuk melakukan penelitian bencana.

KOMPAS.com – Institut Teknologi Bandung ( ITB) mengirimkan sejumlah ahli ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk melakukan beberapa penelitian bencana sekaligus sebagai bentuk pengabdian masyarakat pasca- gempa, tsunami, dan likuefaksi.

Tim ITB tidak berangkat sendiri, melainkan bersama tim dari Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Menurut keterangan Kepala Subdit Humas dan Publikasi ITB, Fivien Nur Savitri, tim gabungan ini akan melakukan penelitian untuk tiga aspek bencana.

"Yaitu tentang gempa (kondisi sesar palu koro), tsunami, dan likuefaksi,” kata Fivien kepada Kompas.com, Jumat (12/10/2018) pagi.

Adapun, tim ITB terdiri seorang anggota humas dan empat dosen yang berasal dari bidang ilmu berbeda.

Mereka adalah Adi Permana dari Humas, Masyhur Irsyam dari Kelompok Keahlian (KK) Rekayasa Geoteknik, Hamzah Latief dari KK Oceanografi, Irwan Meilano dari Geodesi, dan Astyka Pamumpuni dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITM).

Baca juga: Gempa Palu, Bagaimana Ban Bekas Bisa Menghentikan Gedung Runtuh?

Temuan awal

Pergeseran tanah horizontal di Palu akibat gempa akhir September lalu.Irwan Meilano Pergeseran tanah horizontal di Palu akibat gempa akhir September lalu.
Informasi awal yang Kompas.com dapatkan dari salah satu tim peneliti, Irwan Meilano, terdapat dua jenis pergeseran tanah yang terjadi di Palu akibat bencana.

"Tidak hanya menghasilkan pergeseran horizontal, deformasi (perubahan bentuk tanah) vertikal juga ditemukan di Palu, pasca-gempa," tulis Irwan dalam unggahan Instagram, @irwan.meilano.

Deformasi vertikal ditunjukkan dengan adanya penurunan muka tanah (land subcindent), misalnya di Pantai Talise, Palu.

Sementara, deformasi horizontal ditemukan terjadi sepanjang 5,2 meter di sesar Palu Koro.

"Offset tersebut menjelaskan besarnya pergeseran akibat gempa di lokasi tersebut. Kedua sisi bergeser pada arah berlawanan , sebesar 5,2 meter," kata Irwan saat dihubungi Kompas.com, Jumat siang.

Tim dari ITB ditugaskan selama empat hari, sejak 9-12 Oktober 2018. 

"Kegiatan tim ITB hanya sampai Jumat, namun ada beberapa tim yang tetap stay sampai Sabtu dan Senin," ujar Fivien.

Tim yang tiba di Palu pada Selasa (9/10/2018) merupakan tim awal yang kemudian akan dilanjutkan dengan pemberangkatan tim selanjutnya.

"Tim yang berangkat merupakan tim awal, selanjutnya tim lain dari ITB akan menyusul di hari berikutnya," ujar Fivien.

Menurut Fivien, selain melakukan sejumlah penelitian, tim awal ini juga bertugas melakukan survei lokasi untuk penugasan tim selanjutnya.

.

.

.



Close Ads X