Kasus Grup FB Gay di Garut, Ridwan Kamil Prihatin

Kompas.com - 10/10/2018, 09:47 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (3/10/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jabar Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (3/10/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil prihatin dengan adanya temuan grup Facebook gay yang beranggotakan para pelajar SMP dan SMA di Garut. Ridwan pun meminta Bupati Garut untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut.

"Iya saya prihatin. Saya mau kontak Bupati Garut memetakan dulu masalahnya, saya komit kita untuk memberantas hal-hal begitu, apalagi di level usia pelajar," ujar Emil, sapaan akrabnya, Rabu (10/10/2018).

Emil mengaku belum bisa berkomentar banyak soal temuan tersebut lantaran belum mendapat laporan rinci.

"Karena saya belum ada datanya baru baca (di berita) online, jadi saya mohon izin belum bisa komentar banyak. Hari ini saya mau kontak Bupati Garut untuk minta data dan setelah itu ada, saya kabari rencana tindakannya," jelas Emil.

Baca juga: Grup FB Gay Siswa SMP-SMA Hebohkan Warga Garut

Diberitakan sebelumnya, warga Kabupaten Garut beberapa hari ini dibuat heboh dengan terungkapnya keberadaan grup Facebook gay siswa SMP/SMA di Garut. Screenshot laman grup FB tersebut menyebar di berbagai grup aplikasi pesan WhatsApp beberapa hari ini.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna ketika dimintai tanggapan soal keberadaan grup Facebook tersebut mengaku sudah menerima informasi akan hal itu. Dia pun akan melakukan penyelidikan mencari orang-orang di balik grup tersebut.

"Iya (sudah tahu), kami lagi penyelidikan, pasti kami selidiki ini," katanya saat ditemui Jumat (5/10/2018) malam di cafe Lasminingrat di jalan Pedes Kelurahan Pataruman Kecamatan Tarogong Kidul.

Ditemui di tempat yang sama, Dandim 0611 Garut Letkol INF Asyraf Aziz pun mengaku tengah memantau aktivitas grup tersebut.

Dandim mengaku telah melihat dan mendalami grup tersebut dengan melihat langsung postingan-postingan dari para anggotanya. Isinya, menurut Dandim, sangat menjijikkan.

Soni MS, Ketua Garut Education Watch mengaku prihatin atas fenomena ini. Apalagi, jumlah anggota di grup tersebut sudah mencapai 2600 orang lebih.

Soni mengingatkan agar sekolah lebih meningkatkan peran guru BP agar bisa lebih aktif memantau perkembangan psikologi siswa di sekolah dan memantau apakah ada siswanya yang jadi bagian dari grup tersebut.

"Jelas prihatin, apalagi melihat anggota grup ini yang ternyata cukup banyak juga," katanya.

Menurut Soni, fenomena ini harus menjadi tanggung jawab semua pihak mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, ulama dan semua elemen masyarakat.

"Meski nama grupnya menyangkut-nyangkut SMP dan SMA, tapi ini jadi tanggung jawab semua bukan hanya Disdik," katanya. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Regional
Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Regional
Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Regional
Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Regional
Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Regional
Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Regional
Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Regional
Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Regional
Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Regional
Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama

Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama

Regional
Ribuan Pengungsi Banjir di Karawang Butuh Makanan Balita

Ribuan Pengungsi Banjir di Karawang Butuh Makanan Balita

Regional
Jembatan Cincin Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Jembatan Cincin Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Regional
Ini Motif Kakak Adik Habisi Bocah SD di Tepi Hutan Mojokerto

Ini Motif Kakak Adik Habisi Bocah SD di Tepi Hutan Mojokerto

Regional
Tabrak Truk dari Belakang, Mobil Gran Max Hancur di Tol Bawen, Penumpang Tewas

Tabrak Truk dari Belakang, Mobil Gran Max Hancur di Tol Bawen, Penumpang Tewas

Regional
Alasan Remaja di Magetan Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Alasan Remaja di Magetan Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X