Mahfud MD: Pancasila Harus Mampu Menjawab Kebutuhan Generasi Alpha

Kompas.com - 08/10/2018, 17:43 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD usai menjadi pembicara dalam Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (3/9/2018). KOMPAS.com/Andi HartikMantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD usai menjadi pembicara dalam Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (3/9/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com – Mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan, implementasi Pancasila perlu diperdalam lagi untuk menjawab kebutuhan generasi masa depan. Pancasila harus mampu membangun sifat humanisme atau kemanusiaan dari tiap warga warga.

“Tantangan masa depan itu munculnya generasi baru yang didominasi IT. IT mendominasi kehidupan manusia di masa depan, sehingga orang banyak teralienasi dengan kehidupan bermasyarakat, karena terus di kamar masing-masing, itu tren kehidupan ke depan,” kata Mahfud, seusai memberi kuliah umum di Unika Semarang, Senin (8/10/2018).

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila mengatakan, implementasi pancasila untuk generasi yang lahir setelah 2010 atau generasi Alpha perlu disiasati agar nilai Pancasila tetap relevan.

Baca juga: Survei LSI: 65,8 Persen Publik Anggap Jokowi Paling Konsisten Perjuangkan Pancasila

Pancasila dibutuhkan untuk terus membangun watak manusia yang memadukan hati nurani dan otak agar berjalan secara beriringan.

“Pancasila relevan karena pendidikan watak membangun manusia, hati nurani dan otak berjalan seimbang. Kalau generasi umum cenderung pada kecerdasan otak, tapi kemanusiaan lemah. Maka pancasila perlu diperdalam, diinternaliasi ke lembaga pendidikan,” tambahnya.

BPIP pun telah merancang agar Pancasila kembali masuk ke semua kurikulum pelajaran di semua tingkatan pendidikan. Pancasila tidak saja masuk di materi pelajaran, namun akan berdiri sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dalam rancangan sistem pendidikan nasional, bahan mata kuliah pancasila masuk resmi ke kurikulum ke semua jenjang pendidikan. Nama Pancasila harus disebut, karena namanya kalau tidak disebut akan hilang dengan sendirinya,” tandasnya.

Terkait tantangan generasi alpha, Mahfud menilai penguatan pada persatuan Indonesia dikuatkan. Ia tidak ingin generasi alpha justru menjadi orang yang teralienasi dengan masyarakat di sekitarnya.

“Tantangan ke depan kalau teralienasi yang tergerus itu rasa nasionalisme. Orang beli makanan Singapore tidak disana, tapi beli di tiap kota disini. Itu menyebabkan rasa nasionalisme batas berbangsa bisa berkurang dan itu perlu diantisipasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Unika Semarang Ridwan Sanjaya menambahkan, pendidikan pancasila di kampusnya telah dilakukan sejak penerimaan mahasiswa baru. Ketika masuk, tiap peserta akan dibekali materi kebangsaan.

“Nilai Soegijaparanata itu kebangsaan, 100 persen Katolik 100 Indonesia itu tidak saja di penerimaan mahasiswa baru saja, tapi di kegiatan yang lain,” tambahnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.