Kronologi Kecelakaan Bus yang Tewaskan 4 Siswa SMP di Tol Pejagan-Kanci

Kompas.com - 01/10/2018, 15:59 WIB
Sebuah bus yang mengangkut rombongan study tour Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pulokulon, Kabupaten Grobogan?, Jawa Tengah mengalami kecelakaan maut di ruas tol Pejagan-Kanci, KM 236.800, wilayah Kabupaten Brebes, Jateng, Senin (1/10/2018) dinihari. Dokumentasi Satlantas Polres BrebesSebuah bus yang mengangkut rombongan study tour Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pulokulon, Kabupaten Grobogan?, Jawa Tengah mengalami kecelakaan maut di ruas tol Pejagan-Kanci, KM 236.800, wilayah Kabupaten Brebes, Jateng, Senin (1/10/2018) dinihari.

SEMARANG, KOMPAS.com – Kepolisian Brebes, Jawa Tengah, menjelaskan kronologi sementara kecelakaan bus pariwisata bernomor polisi AE 7277 UP yang mengalami kecelakaan di ruas tol Pejagan-Kanci KM 236,8 arah barat atau Jakarta, pada Senin (1/10/2018) dini hari pukul 00.30 WIB.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari para saksi, bus wisata keluar jalur tol masuk area persawahan karena sang sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraan.

"Kronologi sementara, bus yang kecelakaan itu posisinya yang paling belakang,” ujar Kasatlantas Polres Brebes Ajun Komisari Polisi M Rikha Zulkarnaen, saat dihubungi, Senin (1/10/2018).

Ia menerangkan, kecelakaan bus bernomor polisi AE 7277 UP itu berada di posisi paling belakang dari 5 bus rombongan SMP Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Bus berisi 48 orang, yaitu 41 siswa, 3 guru, 2 perwakilan biro dan 2 kru bus.

“Rombongan busnya ada 5 bus. Bus yang paling belakang hilang kendali terperosok di jalanan lurus, lalu jatuh di area persawahan di bawah tol," tambahnya.

Baca juga: Ini Identitas 4 Siswa SMP Grobogan yang Tewas Kecelakaan Bus

Sebelum terjadinya kecelakaan, bus sempat menyenggol rambu di sebelah kiri jalan tol. Setelah diperiksa, ada bekas seperti gesekan ban di permukaan jalan tol. Setelah 100 meter berjalan, bus kemudian terperosok jatuh ke samping badan jalan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keterangan itu diperoleh dari pemeriksaan terhadap sopir dan kondekturnya, serta sejumlah saksi lainnya.

Sejauh ini, ada 4 siswa SMP tersebut yang dipastikan telah meninggal. Sementara belasan korban lain menderita luka-luka.

Adapun identitas keempat korban meninggal, antara lain Mohamad Mafhut Ahsan (13), Rukma Sari (13), Akhirat Mufti Syahbana (14) dan Fidya Kastarena (13).

"Jenazah para korban di RS Gunung Jati, Cirebon. Untuk korban luka dirawat di RS Plumbon. Bus sudah dievakuasi pagi tadi dan lalu lintas sudah lancar," tambahnya.

Baca juga: Kecelakaan Bus Siswa SMP, Polisi Amankan Supir



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X