Kompas.com - 24/09/2018, 11:46 WIB
Ratusan mahasiswa dan nelayan menggelar unjuk rasa menolak tambang laut di komplek kantor gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (24/9/2018). KOMPAS.com/HERU DAHNURRatusan mahasiswa dan nelayan menggelar unjuk rasa menolak tambang laut di komplek kantor gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (24/9/2018).

 

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com- Ratusan nelayan dan mahasiswa menggelar aksi turun ke jalan menolak aktivitas tambang laut serta mendesak pemerintah daerah untuk merampungkan perda zonasi.

Aparat kepolisian membuat formasi pagar betis, saat massa berusaha memasuki areal kantor gubernur, Senin (24/9/2018).

Massa bergerak dari kantor DPRD Kepulauan Bangka Belitung dengan membentangkan spanduk menuju kantor gubernur yang letaknya berseberangan jalan.

Aksi turun ke jalan digelar massa setelah dialog yang digelar beberapa waktu sebelumnya menemui jalan buntu.

Juru bicara demonstran mahasiswa, Hafiz mengatakan, tambang laut harus dikeluarkan dari perda Rencana Zonasi wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) serta melindungi hak-hak nelayan.

Dia mengungkapkan, mahasiswa memiliki peran penting dalam sejarah peradaban bangsa.Ada tanggung jawab sosial saat kondisi demokrasi tidak lagi berada dalam keberpihakannya terhadap rakyat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satunya, mengenai permasalahan di Bangka Belitung yang meliputi Hutan Tanam Industri (HTI) dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan RZWP3-K.

Baca juga: Israel Gunakan Demonstrasi Gaza untuk Uji Coba Senjata Baru

Ketua Forum Masyarakat dan Nelayan Teluk Kelabat Bersatu Rasidi menyatakan, aktivitas Kapal Isap Produksi (KIP) Blessing yang beroperasi di perairan Teluk Kelabat, Belinyu, Kabupaten Bangka telah membuat sengsara nelayan.

"Aktifitas KIP tersebut mengakibatkan kerusakan ekosistem laut, menghancurkan terumbu karang dan limbah berbahaya yang mengancam wilayah tangkap dan sumber mencari ikan untuk menafkahi keluarga, kami meminta pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berada di Teluk Kelabat demi menyelamatkan sumber ekonomi nelayan dan masyarakat pesisir," ujar Rasidi.

Forum Nelayan Bagan dan Pesisir yang diketuai Iwan mengungkapkan, tuntutannya adalah meminta pemerintah yang tengah menggodok Perda RZWP3K melindungi zona tangkap nelayan pesisir dengan tidak memasukkan Wilayah Usaha Pertambangan. Selain itu, juga memastikan jalur masuk dan jalur keluar kapal nelayan bagan bebas dari aktivitas tambang.

Pada kesempatan itu, massa juga menyoal harga komoditas yang anjlok seperti lada, karet, dan sawit.

Wakil Kepala Polres Pangkal Pinang Kompol Nur Samsi memastikan kepolisian berjaga-jaga agar aksi massa berlangsung tertib dan lancar.

"Silahkan sampaikan pada pemda. Tapi jangan anarkis," tutupnya.

Kompas TV Pada 21 Mei, Indonesia akan memperingati 20 tahun orde reformasi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.