Kompas.com - 24/09/2018, 10:16 WIB

POLEWALI MANDAR,KOMPAS.com – Musim kemarau panjang membuat warga pulau terpencil di Polewali Mandar, Sulawesi Barat mengalami krisis air bersih.

Untuk mendapatkan air bersih untuk minum dan memasak, selain harus antri berjam-jam sejak Subuh, warga juga harus berjalan kaki sejauh lebih dari satu kilometer menuju sumur tua yang terletak di ujung kampung.

Warga berharap pemerintah membangun jaringan PDAM atau sumur bor untuk mengatasi kesulitan air bersih terutama setiap musim kemarau panjang.

Dampak kekeringan kian menyulitkan warga Pulau Battoa sejak tiga bulan terakhir. Di Dusun Pulau Tangnga, Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, misalnya, sejak kemarau, sumur warga mulai mengering dan tidak mengeluarkan air.

Pada Senin pagi (24/9/2018), untuk mendapatkan air bersih untuk masak dan minum, warga harus berjalan kaki sejauh satu kilometer lebih menuju sebuah sumur yang terletak di ujung kampung.

Baca juga: Kekeringan Parah di Australia Menyebar ke Indonesia, Ini Kata BMKG

Warga harus antri menunggu selama berjam jam sejak subuh, lantaran sumur tua tersebut mulai mengering dan sulit mengeluarkan air.

Air yang diambil warga dikonsumsi untuk kebutuhan sehari hari seperti mandi, mencuci dan minum. Sementara, untuk kebutuhan lain, warga terpaksa menggunakan air laut.

Naisa, salah satu ibu rumah tangga di Pulau Battoa mengaku persoalan air bersih setiap musim kemarau membuat warga stres berat. Sumur tua satu-satunya yang berada di ujung kampung tak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi ratusan kepala keluarga di pulau terpencil ini.

“Karena airnya sedikit kami terpaksa antri berjam-jam. Dan itu pun tidak cukup karena banyak rumah tangga di sini,”jeas Naisa.

Sering kali sumur mengering karena terus ditimba secara bergantian. Akibatnya, warga yang terlanjur berjalan kaki ke sumur dari perkampungan mereka harus menunggu berjam-jam sampai air sumur kembali terisi dengan air di dasar sungai.

Banyaknya warga yang antri air sejak subuh hingga larut malam membuat sebagian warga yang tak sabar menunggu harus pulang dengan tangan hampa membawa jerigen kosong atau ember kosong ke rumah.

Sejumlah warga yang sedianya akan mandi air bersih setelah berhari-hari tidak mandi, kembali kecewa dan pulang karena sumber air tak mencukupi sementara banyak warga yang antri lebih dulu.

Warga berharap pemerintah bisa turut membantu mengatasi kesuitan air bersih yang dihadapi warga pulau terutama saat musim kemarau setiap tahunnya. 

Kompas TV Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih dialami sebagian warga di Kulon Progo, Yogyakarta.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Regional
Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.