Kompas.com - 09/09/2018, 16:45 WIB
Petugas Satlantas Polres Bogor dan Dishub Kabupaten Bogor memeriksa kelaikan kendaraan bus yang melintas di Tol Ciawi KM 45, Minggu (9/9/2018). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPetugas Satlantas Polres Bogor dan Dishub Kabupaten Bogor memeriksa kelaikan kendaraan bus yang melintas di Tol Ciawi KM 45, Minggu (9/9/2018).

BOGOR, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Bogor bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bus yang melintas di Gerbang Tol Ciawi Km 45 arah Puncak-Sukabumi, Minggu (9/9/2018).

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan seperti yang terjadi di jalur alternatif Cikidang-Palabuhanratu, Sukabumi, Sabtu (8/9/2018), yang menyebabkan 21 orang meninggal dunia dan 17 orang luka berat.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama mengatakan, pihaknya mendapati dua kendaraan bus yang tidak laik jalan, antara lain tidak dilengkapi dengan rem tangan dan surat-surat kendaraan.

Polisi, menurut Hasby, langsung mengambil tindakan tegas dengan menyuruh sopir bus tidak melanjutkan perjalanannya.

Baca juga: Analisa Sementara, Bus Masuk Jurang di Sukabumi Tidak KIR Sejak 2016

"Ada dua bus yang kami tindak karena tidak laik jalan. Enggak dilengkapi rem tangan," ucap Hasby.

Hasby menuturkan, selain memeriksa kelaikan kendaraan, petugas juga mengecek instrumen lainnya, seperti kondisi ban serta surat-surat kendaraan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lanjutnya, polisi tidak akan memberikan toleransi kendaraan-kendaraan yang "bermasalah" untuk melanjutkan perjalanannya ke kawasan Puncak atau Sukabumi. Meski, bus-bus tersebut sudah terisi oleh penumpang yang sebagian besar ingin berwisata.

Dia pun meminta kepada pihak perusahaan otobus (PO) untuk memperhatikan kondisi bus yang diberangkatkan serta mengganti kendaraan dengan yang laik jalan.

Ia mengingatkan, peran serta masyarakat sangat membantu dalam upaya pencegahan atau antisipasi kecelakaan.

Terpenting, kata Hasby, adalah masyarakat mengetahui kendaraan bus yang akan digunakan laik jalan atau tidak. Petunjuk kelayakan kendaraan bisa diketahui melalui dokumen KIR.

“Bila sopir atau PO Bus tidak mau memberikan surat kelayakan bus, lebih baik urungkan untuk menyewa bus. Jangan karena sewa murah, kelayakan kendaraan dinomorduakan dan itu berbahaya,” kata Hasby.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X