Ketika 12 Polisi Wanita Berenang Seberangi Selat Buton Sejauh 10 Km

Kompas.com - 01/09/2018, 16:07 WIB
Polwan peserta berenang menyeberangi Selat Buton saat tiba di garis finish. KOMPAS.com/ DEFRIATNO NEKKEPolwan peserta berenang menyeberangi Selat Buton saat tiba di garis finish.

BAUBAU, KOMPAS.com – Kuatnya arus laut dan panasnya terik matahari tidak diindahkan 12 wanita yang berenang menyeberangi Selat Buton sejauh 5,4 mil.

Dengan penuh tekad dan semangat yang kuat, para wanita yang merupakan polisi wanita (polwan) dari Polres Baubau, Sulawesi Tenggara, berhasil berenang menyeberangi Selat Buton, yakni dari Pulau Kadatua ke Pulau Buton, Sabtu (1/9/2018).

Aksi 12 srikandi Bhayangkari menaklukkan Selat Buton ini merupakan bagian dari Hari Polwan yang ke-70.

Salah seorang peserta perenang, Ipda Widiyanti mengaku memang ada rasa takut saat menyeberangi selat. Namun rasa takut itu terkalahkan oleh semangat mempersembahkan yang terbaik untuk merayakan hari Ulang Tahun ke-70 Polisi Wanita.

“Banyak tantangan dan arusnya sangat kuat sekali,” kata Widiyanti, Sabtu (1/9/2018).

Widi mengaku bangga menjadi salah satu peserta berenang menyeberangi Selat Sunda untuk memperingati hari polwan.

Baca juga: Bubarkan Deklarasi Ganti Presiden di Surabaya, Polwan Dicakar Emak-emak

Para polwan ini mengambil start berenang mulai dari Pulau Kadatua, Kabupaten Buton Selatan dan mulai berenang sejauh sekitar 5,4 mil atau sekitar 10 kilometer.

Dua kapal patroli polisi, satu kapal Polair dan satu kapal karet mengawal 12 polwan yang berenang dengan garis finish di Kalurahaan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau.

Sukacita terlihat begitu para polwan tersebut berhasil menyentuh garis finish yang disambut Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam.

“Kita mengambil momentum Hari Polwan ke-70, dan mencoba sebuah kegiatan yang monumental menyebrangi Pulau Kadatua ke Pulau Buton dengan cara berenan. (Ini)dilaksanakan oleh adik-adik polwan yang sudah dipilih dan sudah dilatih beberapa minggu,” kata Daniel.

Baca juga: Polwan yang Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya, Murni Bunuh Diri

Kompas TV Sejumlah Polwan dan Anggota Bhayangkari Polda NTB menyalurkan bantuan kepada korban gempa di Lombok Barat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X