5 Fakta Penolakan Tokoh #GantiPresiden Ahmad Dhani di Surabaya, Terjebak 3 Jam hingga Polwan Dicakar

Kompas.com - 27/08/2018, 09:25 WIB
Ahmad Dhani di Surabaya Sabtu (25/8/2018). KOMPAS.com/Achmad FaizalAhmad Dhani di Surabaya Sabtu (25/8/2018).

KOMPAS.com - Ahmad Dhani adalah musisi asal Surabaya. Namanya mencuat bersama grup band Dewa 19 yang populer di masa 1990-an.

Namun, pada hari Minggu (26/8/2018), Ahmad Dhani justru ditolak oleh ratusan massa di tanah kelahirannya sendiri, Surabaya. 

Penolakan tersebut disebebkan sikap politik Ahmad Dhani dalam Pilpres 2019, khususnya dalam gerakan #2019GantiPresiden. 

Berikut penelusuran Kompas.com terkait penolakan Ahmad Dhani di Surabaya. 

1. Massa mengepung hotel tempat Ahmad Dhani menginap selama dua jam

Massa Tolak Deklarasi Ganti Presiden di Surabaya menghadang Ahmad Dhani di depan Hotel MajapahitKOMPAS.com/Achmad Faizal Massa Tolak Deklarasi Ganti Presiden di Surabaya menghadang Ahmad Dhani di depan Hotel Majapahit

Dalam sebuah foto tangkapan layar di atas, tampak Ahmad Dhani tersenyum ketika ratusan massa mengepung hotel Majapahit, tempat dia menginap di Surabaya, Minggu (26/8/2018).

Kurang lebih dua jam, Ahmad Dhani terjebak di dalam hotel sebelum perwakilannya menemui massa di luar hotel. Saat itu, kedua pihak mencapai kesepakatan bahwa Ahmad Dhani akan menuruti permintaan massa.

"Lalu kemudian kami dengar ada pergerakan ke Masjid Al Falah dan ke rumah makan Primarasa. Itu yang kami anggap mencederai kesepakatan awal kita di Hotel Majapahit," kata Dedi Galapajo, salah satu koordinator Koaliasi Elemen Bela NKRI, Dedi Galajapo, pada Minggu (26/8/2018), dilansir dari Antara.

Rencananya, Ahmad Dhani akan mengikuti acara aksi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan. Namun, polisi membubarkan acara tersebut karena tidak mengantongi izin.

Baca Juga: Semua Kegiatan #2019GantiPresiden di Babel Dibatalkan

2. Alasan pro aksi #GerakanGantiPresiden pasca dibubarkan polisi

Ilustrasi gerakan 2019 Ganti Presiden.Surya/Samsul Hadi Ilustrasi gerakan 2019 Ganti Presiden.

Agus Maksum, Sekretaris Gerakan #2019GantiPresiden, mengatakan, aksi di Tugu Pahlawan sudah sesuai prosedur perijina pihak keamanan. Namun, ternyata pihak kepolisian tetap membubarkan acara tersebut karena dianggap tidak memilikiSurat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

"Namun pihak aparat penegak hukum khusus polisi menyatakan bahwa aksi 2019 Ganti Presiden sebagai aksi terlarang karena tidak prosedural," kata Agus, dilansir dari Antara.

Seperti diketahui, polisi membubarkan aksi deklarasi relawan #2019GantiPresiden 2019 di Surabaya, Minggu (26/8/2018). Pembubaran massa menyusul protes sejumlah warga atas aksi deklarasi tersebut.

Dengan pengeras suara, polisi mengimbau agar massa yang sudah berkumpul di sekitar Monumen Tugu Pahlawan Surabaya membubarkan diri. Namun, massa menolak untuk bubar.

"Mana undang-undangnya, mana aturannya bahwa acara ini harus punya izin," kata seorang ibu kepada seorang polwan yang menghalaunya untuk membubarkan diri, Minggu.

Baca Juga: Ribut di Halaman Masjid, Massa Pendukung dan Penolak Ganti Presiden Diusir

3. "Emak-emak" mencakar polwan yang hendak membubarkan aksi #2019GantiPresiden

Negosiasi polisi dengan massa deklarasi ganti presiden 2019 di SurabayaKOMPAS.com/Achmad Faizal Negosiasi polisi dengan massa deklarasi ganti presiden 2019 di Surabaya

Saat polisi membubarkan aksi deklarasi Ganti Presiden 2019 di Surabaya, pada hari Minggu (26/8/2018), seorang anggota Polwan terluka wajahnya karena dicakar oleh seorang ibu peserta aksi.

Polwan tersebut bernama Bripda Agis adalah anggota polisi yang bertugas di Polsek Bubutan Surabaya.

Wajahnya terkena goresan kuku seorang ibu yang menolak bubar saat berada di sekitar Monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Bripda Agis mengisahkan, saat itu dia meminta kelompok ibu-ibu peserta deklarasi Ganti Presiden 2019 yang duduk di pinggir Jalan Tembaan untuk membubarkan diri. Namun ibu-ibu tersebut menolak.

"Saya lalu mencoba mengangkat tubuh salah satu ibu yang sedang duduk, tiba-tiba ibu tersebut mencakar wajah saya," kata Agis.

Baca Juga: Polisi Bubarkan Aksi Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya

4. Terlibat keributan di halaman masjid, massa dibubarkan oleh pengurus masjid

Pengurus masjid mengusir massa kedua kubu di SurabayaKOMPAS.com/Achmad Faizal Pengurus masjid mengusir massa kedua kubu di Surabaya

Aksi dorong terjadi antara dua kubu di halaman Masjid Kemayoran, Jalan Indrapura, Surabaya, dibubarkan oleh pengurus masjid.

"Ayo semuanya keluar, Ini masjid, jangan buat kerusuhan di dalam masjid. Ini belum waktunya Salat Dhuhur," kata pengurus masjid.

Usut punya usut, ternyata massa pro #2019GantiPresiden awalnya menggelar aksi di Monumen Tugu Pahlawan. Setelah dibubarkan polisi, massa bergerak ke arah Jalan Indrapura, tak jauh dari Kantor DPRD.

Sayangnya, di lokasi tersebut sudah berkumpul massa dari kelompok kontra #2019GantiPresiden. Adu mulut dan saling dorong terjadi di halamam masjid yang berada di seberang Kantor DPRD.

Baca Juga: Bubarkan Deklarasi Ganti Presiden di Surabaya, Polwan Dicakar Emak-emak

5. Tanggapan Ahmad Dhani saat dikepung massa

Capture foto Ahmad Dhani dari video yang direkam di lobi Hotel Majapahit SurabayaKOMPAS.com/Achmad Faizal Capture foto Ahmad Dhani dari video yang direkam di lobi Hotel Majapahit Surabaya

Massa yang mengepung hotel Majapahit di Jalan Tanjungan, Surabaya, meneriakan tantangan kepada Ahmad Dhani untuk keluar dari hotel.

"Kalau kamu memang laki-laki ayo Ahmad Dhani keluar, kita diskusi, jangan hanya membuat provokasi di Surabaya," kata Ketua Gerakan Rakyat Surabaya, Mat Mohtar, dalam orasinya.

Sementara itu, di kalangan grup whatsaap wartawan, beredar video Ahmad Dhani berada di loby Hotel Majapahit. Di video tersebut, Ahmad mengungkapkan pendapatnya terjadap massa yang mengepung hotel.

"Mereka itu membela penguasa. Ini lucu, saya musisi yang tidak punya backing polisi didemo," katanya.

Selain itu, Dhani juga meminta maaf kepada massa deklarasi ganti presiden 2019 di Surabaya jika dirinya terlambat atau tidak bisa hadir dalam acara deklarasi di Surabaya, karena dirinya dilarang keluar hotel oleh polisi.

Baca Juga: Dihadang Massa Penolak Deklarasi Ganti Presiden, Ahmad Dhani Tak Bisa Keluar Hotel

Sumber (KOMPAS.com: Achmad Faizal/ Antara: Abdul Hakim)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X