Kisah Cinta Seorang Petani di Banjarnegara, Menikahi Bule Cantik Asal Ceko

Kompas.com - 17/08/2018, 13:38 WIB
Asep Probo Egiana (kiri), seorang petani ikan dari Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah mempersunting gadis cantik asal Republik Ceko, Pavla Travnickova (tengah), Kamis (16/8/2018). Dok. Asep Probo EgianaAsep Probo Egiana (kiri), seorang petani ikan dari Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah mempersunting gadis cantik asal Republik Ceko, Pavla Travnickova (tengah), Kamis (16/8/2018).

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Cinta memang buta. Cinta tak mengenal suku, ras, agama dan bahkan negara. Ketika dua sejoli saling dimabuk cinta, maka selalu ada jalan untuk menyatukannya.

Kalimat itulah yang dirasa tepat untuk menggambarkan kisah Asep Probo Egiana (29) pemuda asal Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah. Pada Kamis (16/8/2018), Asep yang sehari-hari bekerja sebagai petani ikan ini resmi mempersunting gadis cantik asal Republik Ceko, Pavla Travnickova (25).

Pernikahan pasangan beda negara ini dilangsungkan dengan menggunakan adat Jawa di kediaman orang tua Asep. Pavla yang seorang pegiat lingkungan ini pun nampak anggun dalam balutan kebaya putih.

Baca juga: Shalawatan Dikira Karaoke, Bule di Bogor Marah-marah ke Warga

Saat ditemui Kompas.com, Jumat (17/8/2018), sepasang sejoli ini nampak begitu harmonis. Mereka saling bergurau, meskipun Asep masih terbata-bata dalam berkomunikasi dengan istrinya menggunakan Bahasa Inggris.

Asep mengungkapkan, pertemuan pertama dia dengan Pavla terjadi sekitar tahun 2017. Dia mengenal Pavla melalui temannya yang sama-sama seorang pegiat lingkungan.

“Saat itu Pavla ikut membantu pemuda Desa Gumiwang untuk memetakan wisata ikan yang sedang dirintis,” katanya.

Meskipun awalnya tidak fasih berbahasa Inggris, namun komunikasi antara keduanya tetap berjalan lancar. Bahkan, Asep mengaku sering mengandalkan aplikasi penerjemah dalam gawainya, atau ketika dirasa buntu, dia hanya menggunakan bahasa tubuh.

Asep menetapkan hati untuk mempersunting Pavla ketika dara berpostur ramping tersebut mengungkapkan cinta kepada Asep. Asep pun mengutarakan niat tulus itu kepada keluarga Pavla saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Baca juga: Berkat Video Dokumenter Bule Ini, Pemerintah Tergerak Bersihkan Sungai Citarum

“Keluarga sudah saling mengenal dan setuju, Pavla juga alhamdulillah sekarang sudan menjadi mualaf,” ungkapnya.

Usai resmi menjadi pasangan suami istri, Asep dan Pavla berencana untuk menetap di Desa Gumiwang. Mereka akan menjalani hari-hari sebagai petani ikan koi dan nila.

“Tetap di sini (Desa Gumiwang), tapi memang ada rencana untuk berkunjung ke rumah Pavla (Ceko),” tukasnya.

Sementara itu, sang mempelai wanita, Pavla tidak banyak berkomentar mengenai pernikahannya. Bagi dia, pernikahan beda negara merupakan hal yang wajar. Mereka saling mencintai dan sudah melakukan segala macam prosesi sesaui dengan aturan hukum yang berlaku.

“Ini normal, jadi tidak perlu dibesar-besarkan,” pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Regional
Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Regional
Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Regional
Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

Regional
Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Regional
Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Regional
KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

Regional
Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Regional
Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X