Kisah Imam, Anak Tukang Kebun yang Masuk Paskibraka di Istana Negara

Kompas.com - 16/08/2018, 22:14 WIB
Muhammad Ihlassul Imam, anggota paskibraka asal Lombok Timur mewakili NTB mengibarkan bendera pusaka di Istana Negara pada 17 Agustus nanti. KOMPAS.com/ FITRI RACHMAWATIMuhammad Ihlassul Imam, anggota paskibraka asal Lombok Timur mewakili NTB mengibarkan bendera pusaka di Istana Negara pada 17 Agustus nanti.

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com - Rumah Muhammad Ihlassul Imam, pasukan Pengibar Bendera ( Paskibraka) asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, akan bertugas di Istana Negara untuk ulang tahun ke-73 Republik Indonesia.

Imam adalah satu dari 68 pasukan pengibar bendera (Paskibraka) dari seluruh Indonesia yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi ketat di tingkat sekolah, daerah, hingga nasional.

“Saya itu tak pernah menyangka dia bisa terpilih, waktu dia kasih tahu saya, air mata ini terus bercucuran, tidak berhenti. Saya sembunyi untuk menangis, karena saya bangga sekali padanya,” kata Mustamin (45), ayah Muhammad Ihsanul Imam atau Imam kepada Kompas.com, Kamis(16/8/2018).

Di rumah sederhana di Desa Labuhan Haji, Lombok Timur, Imam dan keluarganya menetap. Ayahnya, Mustamin mengaku sangat bangga akan keberhasilan putra keduanya itu. Baginya, kehidupan sederhana mereka lah yang telah menggembleng Imam menjadi anak yang kuat dan memiliki keinginan tinggi untuk meraih apa yang diinginkannya. Salah satunya adalah masuk ke tim pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di Istana Negara.

Meskipun hanya bekerja menjadi tukang kebun di SMPN 2 Labuhan Haji, Mustamin tak pernah putus asa memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk Imam.

Pasca-gempa bermagnitudo 7 yang mengguncang Lombok, aktivitasnya tidak sepenuhnya di sekolah. Mustamin lebih banyak mengahbiskan waktu memelihara beberapa ternaknya, termasuk 5 ekor kambing milik Imam yang diperolehnya dari berbagai kejuaraan yang diikuti.

“Rumah kami memang tidak terdampak gempa, tetapi sekolah masih belum penuh masuk. Guru-guru masih khawatir kalau ada gempa susulan. Ya, gini saya juga mengurus kambing Imam, dia beli waktu juara silat,” katanya.

Baca juga: Cerita Anak Penjual Lontong yang Dikukuhkan Presiden Jadi Paskibraka...

Mustamin mengatakan awalnya dia tak percaya Imam bisa terpilih mewakili NTB menuju Istana Negara ikut mengibarkan bendera pusaka yang bersejarah itu.

Mustamin mengaku demi mendukung sang putra tercinta masuk Paskibraka, dia membuatkan restok bambu untuk Imam berlatih. Mustamin bahkan membuat dua restok untuk Imam dan anak ketiganya, Muhammad Muzahiddun Islam yang ingin seperti sang kakak.

Inilah rumah sederhana Muhammad Ihlassul Imam, anggota paskibraka asal Lombok Timur mewakili NTB mengibarkan bendera pusaka di Istana Negara pada 17 Agustus nanti.KOMPAS.com/ FITRI RACHMAWATI Inilah rumah sederhana Muhammad Ihlassul Imam, anggota paskibraka asal Lombok Timur mewakili NTB mengibarkan bendera pusaka di Istana Negara pada 17 Agustus nanti.

Kata Mustamin, Imam lah yang minta dibuatkan restok awal masuk SMA dan ikuti ekstrakulikuler paskibra di sekolah.

“Dia itu disiplin dan penurut, tidak pernah dia membantah orangtua. Kalau dimarahi dia menunduk dan meneteskan air mata. Hatinya lembut dan itu sangat berkesan bagi saya dan ibunya,” kata Mustamin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Kadisperindag Jember Jadi Tersangka Korupsi Pasar Manggisan

Mantan Kadisperindag Jember Jadi Tersangka Korupsi Pasar Manggisan

Regional
Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Regional
Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

Regional
Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

Regional
Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

Regional
Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

Regional
Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

Regional
Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

Regional
Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

Regional
Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

Regional
Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

Regional
Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

Regional
Guru Olahraga yang Cabuli Dua Siswi SD di Bali Terancam 20 Tahun Penjara

Guru Olahraga yang Cabuli Dua Siswi SD di Bali Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Saksi Mengira Temukan Tengkorak Kucing

Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Saksi Mengira Temukan Tengkorak Kucing

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X