Soal Caleg Artis, Nasdem Jabar Bantah untuk Dongkrak Popularitas

Kompas.com - 13/08/2018, 08:45 WIB
Ketua DPW Nasdem Jabar Saan Mustofa. KOMPAS.com/Farida FarhanKetua DPW Nasdem Jabar Saan Mustofa.

KARAWANG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat ( Nasdem) Jawa Barat Saan Mustofa menyebut sebelum partainya merekrut calon legislatif (caleg) dari kalangan artis, dilakukan riset terlebih dulu. Ia pun membantah perekrutan itu hanya untuk mendongkrak popularitas semata.

Saan mengungkapkan, sejak jauh hari Saan melakukan riset yang dilakukan lembaga survei internal untuk merekrut caleg dari kalangan artis.

"Sebelum kita rekrut, kita riset dulu. Bukan rekrut baru riset," ujar Saan di sela konsolidasi calon anggota DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten dari Partai Nasdem di Hotel Brits Karawang, Minggu (12/8/2018) malam.

Saan membantah perekrutan para artis hanya terpaku pada tingkat popularitas semata. Mereka direkrut lantaran memiliki aksebilitas, tingkat kesukaan masyarakat, dan tingkat keterpilihan yang relatif tinggi.

Baca juga: Dedi Mulyadi Sebut Golkar Jabar Tak Perlu Figur Artis untuk Dulang Suara

"Nah karena mereka memiliki itu, maka kita kejar mereka untuk kita ajak mereka masuk menjadi bagian dari perjuangan Partai Nasdem. Saya contohkan misalnya Farhan, sebelum masuk saya riset dulu. Farhan, Krisna Mukti, Lucky Hakim, Sahrul Gunawan, Nurul Qomar, Diana Sastra, Olla Ramlan, itu kita riset," ujar Saan.

Meski demikian, Saan mengakui para artis tersebut memerlukan adaptasi saat bertranformasi dari lingkungan pesohor ke lingkungan politisi. Terlebih, para artis tersebut sudah berkomitmen untuk menjadi seorang politisi.

"Komitmen mereka, mereka ingin bertransformasi menjadi seorang politisi. Ingin mengabdi untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Di samping itu, Partai Nasdem juga menggelar training khusus bagi caleg artis, di luar training bagi caleg pada umumnya. Caleg artis ini menurut Saan, sudah memiliki bekal utama untuk menjadi seorang legislator. Sebab, popularitas dan tingkat kesukaan masyarakat bisa berubah menjadi tingkat  keterpilihan.

Baca juga: 4 Hal Ini Bikin PKS Enggan Dapuk Artis Jadi Caleg

"Ketika mereka sudah memiliki komitmen, baru kita isi pengetahuan mereka tentang politik, walaupun mereka juga tidak kosong-kosong banget. Pemahaman mereka tentang politik, kemampuan mereka tentang politik tidak kosong-kosong banget. Nah maka kita bekali," tambahnya.

Saan menyebut selama ini para caleg artis selalu menempati Komisi X yang membidangi pariwisata dan pendidikan. Namun, saat ini di Jawa Barat mulai berubah. Caleg artis mulai bisa mendalami bidang lain.

"Misal kaya Farhan. Farhan akan memilih di Komisi I. Mereka juga memiliki tingkat pemahaman, pengetahuan, dan kemampuan untuk membidangi di komisi 1, misal soal informasi. Misalnya Krisna Mukti, dia lebih konsen di ketenagakerjaan, Lucky Hakim konsen di bidang ekonomi misalnya di komisi XI," terangnya.

Kompas TV Berikut tiga berita terpopuler versi KompasTV hari ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Regional
Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Regional
Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Regional
Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Regional
3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

Regional
Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Regional
Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Regional
Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Regional
Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Regional
Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Regional
Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Regional
'Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan'

"Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan"

Regional
Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Regional
Gunung Semeru Meletus, Truk dan Alat Berat Penambang Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Panas

Gunung Semeru Meletus, Truk dan Alat Berat Penambang Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Panas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X