Kalah Main Judi, Ibu Ini Tonjok Anak SD yang Sedang Mengasuh Bayinya hingga Nyaris Pingsan - Kompas.com

Kalah Main Judi, Ibu Ini Tonjok Anak SD yang Sedang Mengasuh Bayinya hingga Nyaris Pingsan

Kompas.com - 08/08/2018, 08:56 WIB
Yana (48), melaporkan MN (23) tetangganya sendiri ke Polresta Palembang, lantaran telah menganiaya cucunya RN (7) hingga nyaris pingsan.KOMPAS.com/ Aji YK Putra Yana (48), melaporkan MN (23) tetangganya sendiri ke Polresta Palembang, lantaran telah menganiaya cucunya RN (7) hingga nyaris pingsan.

PALEMBANG, KOMPAS.com - MN (23), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Palembang, Sumatera Selatan harus berurusan dengan hukum lantaran menganiaya RN (7) bocah Sekolah Dasar (SD) hingga nyaris pingsan.

Akibat penganiayaan tersebut, Yana (48), nenek korban, tidak terima atas perbuatannya itu. Yana kemudian melaporkan MN ke Polresta Palembang, Selasa ( 7/8/2018).

Yana mengatakan, peristiwa itu bermula ketika bocah RN diminta oleh MN untuk mengasuh bayinya, dikarenakan ibu muda tersebut hendak bermain judi di kampung mereka.

Bocah RN pun mengasuh bayi MN dengan mengajaknya bermain sembari menunggu MN berjudi.

Baca juga: Bocah SD Peserta Gerak Jalan Tewas Dihantam Colt, Sempat Menangis Kesakitan

Diduga kalah judi, MN mendadak langsung memukul kepala RN hingga nyaris pingsan. Mendapatkan pukulan itu, RN langsung pulang ke rumah dan mengadu kepada Yana.

“Padahal dia (pelaku) minta tolong untuk mengasuh anaknya kepada cucu saya. Karena dia sibuk main judi. Tapi cucu saya malah dianiaya,” kata Yana saat melapor.

Yana sempat berupaya menanyakan perihal perbuatan MN yang tega menganiaya RN. Namun, bukannya meminta maaf, pelaku malah memarahi Yana dengan mengeluarkan kata-kata kasar.

“Dia bilang anaknya jatuh karena cucu saya, padahal tidak ada luka-luka jatuh atau lecet. Dia malah marah-marah dan berkata kasar, jadi kami laporkan saja ke polisi,” ujarnya.

Baca juga: Viral Video Wanita Dipukul Polisi hingga Pingsan, Pelaku dan Korban Masih Bersaudara 

Kasubag Humas Polresta Palembang AKP Andi Haryadi membenarkan adanya laporan korban dan kini sedang dilakukan tindak lanjut di Satuan Reserse Kriminal.

“Korban sedang lagi dimintai keterangan. Nanti akan menunggu hasil visum, melihat bekas pukulan dari terlapor,” jelas Andi.

Kompas TV Lantas apakah proses hukum kasus ini tetap berlanjut di kepolisian? Berikut penelusuran Tim Gelar Perkara.


Terkini Lainnya

Tersangka Peluru Nyasar Pernah Mengikuti Sertifikasi Tembak Reaksi

Tersangka Peluru Nyasar Pernah Mengikuti Sertifikasi Tembak Reaksi

Megapolitan
Di Gresik, Bayar SIM dan SKCK Bisa Pakai Uang Elektronik

Di Gresik, Bayar SIM dan SKCK Bisa Pakai Uang Elektronik

Regional
Menuju Indonesia 4.0 dan Membangun Budaya Penelitian Generasi Milenial

Menuju Indonesia 4.0 dan Membangun Budaya Penelitian Generasi Milenial

Edukasi
BNNP DKI Amankan 6 Orang Penghuni Rusun Jatinegara yang Pakai Narkoba

BNNP DKI Amankan 6 Orang Penghuni Rusun Jatinegara yang Pakai Narkoba

Megapolitan
Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Nasional
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Nasional
Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Megapolitan
Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Internasional
Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Megapolitan
Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Nasional
Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Megapolitan
Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Regional
Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Dibangun April 2019, Totalnya 900 Unit

Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Dibangun April 2019, Totalnya 900 Unit

Megapolitan
Eddy Soeparno: PAN Harus Kuat di Legislatif agar Pemerintahan Prabowo Efektif

Eddy Soeparno: PAN Harus Kuat di Legislatif agar Pemerintahan Prabowo Efektif

Nasional
Bupati Asmat Kirim Kontingen ke Pesparani Katolik Nasional Pertama di Ambon

Bupati Asmat Kirim Kontingen ke Pesparani Katolik Nasional Pertama di Ambon

Regional
Close Ads X