Gempa Lombok Tak Berdampak pada Aktivitas Gunung Agung dan Rinjani - Kompas.com

Gempa Lombok Tak Berdampak pada Aktivitas Gunung Agung dan Rinjani

Kompas.com - 06/08/2018, 15:37 WIB
Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah pascagempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8/2018). Gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang Lombok, Minggu (5/8/2018) malam.ANTARA FOTO/ AHMAD SUBAIDI Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah pascagempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8/2018). Gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang Lombok, Minggu (5/8/2018) malam.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG), Kasbani mengatakan, gempa di Lombok, Minggu (5/8/2018), tidak terlalu berdampak pada aktivitas gunung api di wilayah tersebut. 

"Ada dua gunung api, dari pemantauan tidak ada indikasi kenaikan aktivitas baik di Gunung Agung maupun Gunung Rinjani. Kami ikuti perkembangannya setiap saat," ujar Kasbani di Bandung, Senin (6/8/2018).

Seperti diketahui, gempa bermagnitudo 7,0 di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menimbulkan tsunami kecil dengan ketinggian maksimum 0,13 dicarik dan 0,1 m di Badas.

Gempa yang berpusat di darat dengan kedalaman 15 km berada di zona sesar, sama dengan gempa sepekan lalu, Minggu (29/7/2018).


Baca juga: Polri Imbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks Terkait Gempa Lombok

Kasbani mengatakan, Tim Tanggap Darurat (TDD) yang sudah berada di Lombok sejak 29 juli 2018, tengah memeriksa dan melakukan pemetaan kondisi di sana. 

"Gempa tadi malam terjadi di lereng utara Gunung Rinjani di daratan yang telah menyebabkan kerusakan cukup luas baik di Lombok maupun Bali dan korban jiwa sampai ini ada puluhan jiwa dan beberapa bangunan rusak," tuturnya.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, gempa menyebabkan longsor di Lombok Timur dan utara.

"Pada 29 Juli lalu juga terjadi longsor terutama di jalur pendakian Gunung Rinjani," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan namun tetap tenang. 

Baca juga: Lagi Makan Malam, Para Menteri Berhamburan Saat Gempa Guncang Lombok

Kasbani mengimbau warga untuk sementara tidak menghuni rumahnya, apalagi jika rumah tersebut dalam keadaan retak maupun rusak.

"Tentunya kita harus meningkatkan kewaspadaan terutama terkait gempa ini sendiri karena menyebabkan rumah retak, dan bahaya jika rumah ini masih dihuni masyarakat. Karena terkait potensi gempa susulan tadi, rumah yang retak bisa berbahaya bagi penghuninya," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, akibat gempa yang mengguncang wilayah Lombok, NTB, Minggu (5/8/2018), ratusan bangunan mengalami kerusakan.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga senin (6/8/2018), sebanyak 91 orang meninggal dunia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X