Kompas.com - 02/08/2018, 17:53 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan tentang kebakaran puluhan kapal di Benoa, di Kantor KKP Jakarta, Selasa (17/7/2018). Berdasarkan hasil investigasi Kementerian KKP, jumlah kapal yang berada di pelabuhan Benoa melebihi kapasitas yakni mencapai 700 kapal yang beraktivitas docking hingga transhipment, sementara 173 kapal eks asing yang tidak berpemilik yang beroperasi di kawasan itu akan didata. ANTARA FOTO/Wahyu Putro AMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan tentang kebakaran puluhan kapal di Benoa, di Kantor KKP Jakarta, Selasa (17/7/2018). Berdasarkan hasil investigasi Kementerian KKP, jumlah kapal yang berada di pelabuhan Benoa melebihi kapasitas yakni mencapai 700 kapal yang beraktivitas docking hingga transhipment, sementara 173 kapal eks asing yang tidak berpemilik yang beroperasi di kawasan itu akan didata.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menegaskan, pemerintah harus mengedepankan pengelolaan laut yang benar.

Laut tidak boleh lagi dikavling-kavling dan dikuasai beberapa perusahaan saja.

"Laut masa depan bangsa, berarti tidak boleh dirusak, tidak digadai, tidak boleh dijual, tidak boleh dihabiskan. Ada waktunya tidak boleh menangkap, ada waktunya dibatasi," ujar Susi dalam rapat kerja Pengendalian Pembangunan DIY Triwulan II 2018, Rabu (1/8/2018).

Susi menyampaikan, pemerintah harus bekerja keras menuju laut masa depan bangsa serta mengembalikannya sebagai poros maritim dunia.

Laut juga harus bermanfaat dan menyejahterakan masyarakat Indonesia. 

Baca juga: Menteri Susi: Sedih, Lihat Pelabuhan di Yogyakarta Belum Selesai-selesai...

"Tidak boleh lagi laut hanya dikavling oleh 12 company, tidak mungkin laut sebesar ini hanya dikuasai mereka," tegasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama 20 tahun, illegal fishing terjadi di wilayah laut Indonesia. Hal ini berdampak pada jumlah nelayan yang turun 50 persen di seluruh perairan Indonesia. 

Tak hanya itu, akibat illegal fishing, terdapat 115 perusahan eksportir seafood tutup. Perusahaan eksportir ini gulung tikar karena tidak ada lagi material.

"Di selatan Yogya, Selatan Cilacap, kapal gede-gede. Jaring ratusan kilometer, mengambil semua ikan, habis, tahu-tahu kita tidak punya apa-apa," tandasnya.

Setelah dilakukan pengawasan di perairan Indonesia dan gencar memberantas illegal fishing, semuanya berbalik.

Baca juga: Ketika Menteri Susi Bagi-bagi 5 Ton Ikan Tuna untuk Para Santri...

Dari data, di Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ikan tuna mengalami kenaikan hampir 2.000 persen. Kenaikan tersebut terjadi dalam tiga tahun terakhir.

Stok ikan di Indonesia juga mengalami peningkatan. Pada 2014 stok ikan Indonesia sebanyak 6,5 juta ton, naik menjadi 12,5 tuta ton di 2017.

"Kalau tidak salah kita dua tahun ini ada kenaikan lagi kurang lebih 2 juta ton," tuturnya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.