Kisah Difabel Pembawa Obor Asian Games dan Sepatu untuk Sang Adik

Kompas.com - 23/07/2018, 08:02 WIB
Dzoel, fotografer difabel yang membawa obor Asian Games saat melintas di Kota Banyuwangi, Minggu (22/7/2018). Dok Humas Pemkab BanyuwangiDzoel, fotografer difabel yang membawa obor Asian Games saat melintas di Kota Banyuwangi, Minggu (22/7/2018).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Achmad Dzulkarnain (26), fotografer difabel asal Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, menjadi orang pertama pembawa obor Asian Games yang dikirab secara estafet saat melintas di Kota Banyuwangi Minggu (22/7/2018).

Achmad Dzulkarnain sejak lahir tidak memiliki tangan dan kaki. Untuk berjalan dia menggunakan pangkal paha. Sedangkan kedua tangannya hanya sebatas lengan.

Kepada Kompas.com, pria yang akrab dipanggil Dzoel tersebut mengaku terharu dan sempat menangis ketika menerima obor Asian Games langsung dari tangan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Lalu, dengan kedua lengannya, Dzoel memeluk obor tersebut dan berjalan kaki beberapa puluh meter dengan rombongan Forpimda Banyuwangi.

Baca juga: Pino Bahari Bawa Obor Asian Games ke Puncak Gunung Ijen

 

Untuk mempermudah perjalanan yang dipenuhi penonton, Dzoel menggunakan kursi roda yang didorong secara bergantian oleh Bupati Banyuwangi dan juga jajaran Forpimda Banyuwangi.

"Saya merasa bangga dan terharu. Walaupun saya difabel tapi saya dipercaya untuk membawa obor Asian Games. Ini juga bentuk kampanye bahwa mereka yang difabel juga bisa berprestasi," jelas pemuda yang pernah mendapatkan beasiswa di sekolah fotografi Darwis Triadi Jakarta.

Selain itu Dzoel mengaku mendapat sepatu lari berukuran 42 dari panitia walaupun pihak panitia mengerti bahwa Dzoel tidak mungkin bisa menggunakan sepatu.

"Katanya biar adil jadi saya dapat sepatu juga. Karena dari 10 pembawa obor semuanya dapat sepatu. Tapi kan nggak mungkin saya pakai. Akhirnya saya kasih ke adik saya yang SMP. Kebetulan dia baru masuk sekolah," kata Dzoel sambil tersenyum.

Selain itu dia mengaku sudah latihan fisik selama hampir 2 minggu dengan berlari kecil di sekitar rumahnya.

Ia  berlatih dengan membawa botol air mineral karena dia harus menempuh jarak 500 meter dengan waktu 6 menit.

Baca juga: Kebijakan Libur Sekolah Saat Asian Games Tunggu Hasil Evaluasi Simulasi Lalu Lintas

Dzoel juga mengaku tidak kesulitan saat harus membawa obor Asian Games yang memiliki berat sekitar 2 kilogram, karena menurutnya kamera yang dia bawa sehari-hari lebih berat dan ukurannya lebih besar

"Tapi kondisi saya tidak memungkinkan untuk menempuh 500 meter hanya 6 menit jadi ya pakai kursi roda. Tapi yang penting saya sudah jalan dengan membawa obor walaupun hanya berapa puluh meter. Saya tidak akan pernah melupakan pengalaman itu," kata pemuda kelahiran 7 Oktober 1992 tersebut.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada Kompas.com mengatakan, kegigihan Zulkarnain dengan segala keterbatasannya mampu mengukir prestasi yang luar biasa dan bisa menjadi inspirasi banyak orang.

"Ini pelajaran penting bagi kita, bahwa dengan semangat yang pantang menyerah, apapun kendala dan hambatannya bisa kita hadapi," katanya.

"Dzoel yang awalnya tukang foto KTP di desa dan menekuni dunia fotografi secara serius hingga menjadi profesional. Ini sejalan dengan semangat Asian Games agar atlet-atlet yang bertanding terus gigih meraih target prestasi,” ungkap Bupati Anas. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Terjadi di Boyolali

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Terjadi di Boyolali

Regional
Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Dipicu Masalah Utang Piutang

Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Dipicu Masalah Utang Piutang

Regional
Gempa Magnitudo 5 Guncang Tenggara Cilacap, Terasa hingga Banjarnegara

Gempa Magnitudo 5 Guncang Tenggara Cilacap, Terasa hingga Banjarnegara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X