Heboh Pernikahan Dua Remaja di Tapin, Dibatalkan Sehari Setelah Pesta (2)

Kompas.com - 19/07/2018, 09:37 WIB
Polsek Binuang mengumpulkan keluarga dari kedua remaja yang menikah sehari sebelumnya di Mapolsek Binuang, Sabtu (14/7/2018). Banjarmasin Post/Ibrahim AshabirinPolsek Binuang mengumpulkan keluarga dari kedua remaja yang menikah sehari sebelumnya di Mapolsek Binuang, Sabtu (14/7/2018).

BANJARMASIN, KOMPAS.comPernikahan dini dua bocah di Kampung Saka, Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, menghebohkan warga Kalimantan Selatan pada akhir pekan lalu.

Pernikahan terjadi antara seorang remaja pria berinisial ZA (13) dan kekasihnya, IB (15). ZA baru saja lulus SD, sedangkan IB duduk di kelas VIII atau kelas II SMP.

Sehari setelah syukuran pernikahan itu, kedua mempelai dan keluarga masing-masing dipanggil ke kantor polisi.

Hadir pula Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Binuang dan anggota pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak (P2TP2A) Tapin di Mapolsek Binuang.

Baca selengkapnya: Heboh Pernikahan Dua Remaja di Tapin, Keluarga Dipanggil Polisi (1)

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup, Sabtu (14/7/2018), itu, pernikahan antara ZA dan IB akhirnya diputuskan tidak sah.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Binuang Ahmad, mengatakan, pernikahan keduanya tidak sah, baik secara agama maupun negara, karena ada syarat-syarat yang belum terpenuhi.

Menurut Ahmad, keputusan itu diambil setelah dirinya berkonsultasi beberapa kali lewat telepon dengan atasannya.

Baca juga: Takut Tidur Sendirian, Alasan Pelajar SMP Ngotot Nikahi Pacarnya

Penghulu kampung yang menikahkan bocah itu akhirnya juga menyatakan pernikahan tersebut tidak sah.

Ahmad mengatakan, keluarga kedua mempelai tidak protes saat mendengar keputusan bahwa pernikahan anak-anaknya tidak sah. Namun, dia tak tahu langkah yang akan ditempuh oleh kedua orangtua.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Regional
Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Regional
Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Regional
Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Regional
84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

Regional
Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Regional
Wanita yang Ngamuk dan Lempar Al Quran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Wanita yang Ngamuk dan Lempar Al Quran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Regional
Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Regional
Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X