PVMBG Belum Perluas Radius Bahaya Gunung Agung

Kompas.com - 03/07/2018, 13:49 WIB
Api membakar hutan lereng Gunung Agung setelah terjadinya lontaran batu pijar dari kawah, terlihat dari Desa Tulamben, Karangasem, Bali, Selasa (3/7/2018). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadinya erupsi Gunung Agung dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter yang disertai lontaran batu pijar sejauh dua kilometer. AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKAApi membakar hutan lereng Gunung Agung setelah terjadinya lontaran batu pijar dari kawah, terlihat dari Desa Tulamben, Karangasem, Bali, Selasa (3/7/2018). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadinya erupsi Gunung Agung dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter yang disertai lontaran batu pijar sejauh dua kilometer.

KARANGASEM, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) belum meningkatkan radius zona bahaya Gunung Agung pasca letusan disertai lontaran lava pijar, Senin (2/7/2018) malam.

Hingga kini, radius bahaya masih 4 km dari puncak gunung Agung. Hal ini setelah petugas mengamati perkembangan kegempaan (seismik) dan uji gas Gunung Agung.

"Untuk saat ini status Gunung Agung masih di level III siaga dengan zona bahaya masih direkomendasikan 4 km. Masih terus evaluasi untuk lihat perkembangan," kata Kasubid Mitigasi Bencana Geologi Indonesia Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana, Selasa (3/7/2018).

Devy menjelaskan, dari sisi pengamatan seismik belum menunjukkan adanya perkembangan signifikan. Sedangkan uji gas sedang dalam proses pengambilan sampel di lapangan.


Baca juga: Letusan Gunung Agung Bertipe Strombolian, Ini Penjelasannya

Namun, letusan strombolian masih berpotensi terjadi. Kondisi gunung Agung sendiri belum stabil dan terus berkembang disertai erupsi pada Selasa pagi.

Hal ini disebabkan kawah yang telah terisi penuh. Bila ada gerakan magma dari bawah, letusan relatif lebih mudah terjadi.

"Erupsi seperti kemarin masih berpotensi terjadi karena saat ini kawah telah terisi lava. Kalau ada tekanan dan bisa dobrak bisa menyebabkan letusan seperti kemarin," pungkasnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X