Polisi Sukabumi Selidiki Teka-teki Pulangnya Nining yang Dilaporkan Hilang 1,5 Tahun

Kompas.com - 02/07/2018, 21:18 WIB
Nining Sunarsih sedang tertidur saat dikunjungi tim Basarnas di Kampung Cibunar, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, jawa Barat, Selasa (2/7/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTONining Sunarsih sedang tertidur saat dikunjungi tim Basarnas di Kampung Cibunar, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, jawa Barat, Selasa (2/7/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Kembalinya Nining Sunarsih (52) dalam kondisi selamat setelah dilaporkan hilang tenggelam di laut selatan Sukabumi, Jawa Barat, 1,5 tahun lalu, diselidiki Polres Sukabumi Kota.

Langkah penyelidikan dilakukan karena informasi mengenai kembalinya Nining, warga Kampung Cibunar, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit ini menjadi perhatian masyarakat secara luas.

"Kalau kami melihat secara logis saja, tidak bilang korban tenggelam cukup hilang saja," ungkap Kepala Polres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo kepada wartawan selesai mengunjungi rumah Nining di Kadudampit, Senin (2/7/2018).

Baca juga: Hilang 1,5 Tahun di Laut Sukabumi, Nining Ditemukan Selamat di Tepi Pantai

Menurut dia, informasi yang beredar di masyarakat dengan keterangan dari pihak keluarga, korban memang dilaporkan hilang saat berwisata ke pantai Palabuhanratu pada 8 Januari 2017 lalu.

"Penyelidikan kami lakukan, karena ini sudah tugas kami untuk mencari fakta atas peristiwa ini," ujar dia.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, yang penting jangan terpengaruh dengan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya," sambungnya.

Saat mengunjungi kediaman Nining yang berlokasi hanya sekitar 50 meter dari Jalan Raya Cisaat-Situgunung ini, Susatyo membawa serta tim kesehatan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polres Sukabumi Kota beserta ambulance.

Baca juga: Mimpi Paman Sebelum Nining yang Hilang 1,5 Tahun Ditemukan di Tepi Pantai

Nining yang masih belum bisa berbicara itu masih terbaring lemas di atas kasur di ruang tamu itu pun mendapatkan pemeriksaan kembali. Hasilnya kondisi Nining masih lemah dan akhirnya disarankan untuk kembali di bawa ke rumah sakit.

Saat ini, lanjut dia, yang paling utama adalah kemanusiaannya dan keselamatan yang bersangkutan.

Makanya hasil evaluasi bersama keluarga akhirnya Ibu Nining kembali dibawa ke RSUD Syamsudin Kota Sukabumi.

"Diselamatkan dulu agar ibu Nining sampai sehat dan pulih. Sehingga bisa diajak berkomunikasi untuk menggali fakta yang sebenarnya," ujarnya.

Baca juga: Palabuhanratu Masuk Kawasan Geopark Ciletuh

Nining pun akhirnya kembali dibawa ke RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi untuk mendapatkan perawatan intensif. Seharinya sebelumnya, Nining sempat ditangani tim medis di Instalasi Gawat Darurat (IGS) rumah sakit setempat.

Selain membawa Nining ke rumah sakit, polisi juga mengamankan pakaian, celana panjang, kerudung, dan sandal yang dipakai saat ditemukan. Rencananya pakaian tersebut nantinya untuk dicocokan dengan hasil penyelidikan.

"Sementara kami simpan dulu untuk kami cocokan dengan fakta-fakta lainnya. Kami juga akan berkoordinasi dengan Polsek yang berada di wilayah hukum Polres Sukabumi,". pungkas Susatyo.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X